Edit dan Bagikan Video Penembakan Christchurch, Pria Selandia Baru Dipenjara

Kompas.com - 18/06/2019, 13:43 WIB
Petugas kemanan berjaga di depan Masjid Al-Noor di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). Masjid ini merupakan salah satu masjid yang menjadi sasaran serangan teroris. Hingga Jumat petang, 49 orang meninggal dan puluhan lain meninggal akibat serangan ini. AFP/TESSA BURROWSPetugas kemanan berjaga di depan Masjid Al-Noor di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). Masjid ini merupakan salah satu masjid yang menjadi sasaran serangan teroris. Hingga Jumat petang, 49 orang meninggal dan puluhan lain meninggal akibat serangan ini.

WELLINGTON, KOMPAS.com - Pengadilan Distrik Christchruch, Selandia Baru, pada Selasa (18/6/2019), menjatuhkan hukuman 21 bulan penjara kepada seorang pria yang telah mengedit dan menyebarkan video penembakan dua masjid yang terjadi Maret lalu.

Disampaikan Radio New Zealand (RNZ), pria bernama Philip Arps (44), mengakui dua tuduhan mendistribusikan materi tidak menyenangkan, setelah kedapatan membagikan salinan video siaran langsung penembakan kepada sekitar 30 orang.

Insiden penembakan yang menewaskan 51 orang dan melukai puluhan lainnya itu dilakukan oleh seorang pria Australia dan menargetkan jemaah dua masjid yang hendak menjalani shalat Jumat, pada 15 Maret lalu.

Pelaku penyerangan sempat menyiarkan secara langsung aksinya menembaki masjid melalui Facebook. Rekaman penembakan itulah yang disalin dan dibagikan Arps.

Baca juga: Tampilkan Karakter Mirip Pelaku Penembakan Christchurch, Game Ini Dikecam

Arps juga membagikan salinan video yang telah diedit dengan menambahkan tanda target sasaran dan penghitungan jumlah korban.

Menurut hakim pengadilan distrik Christchurch, Stephen O'Driscoll, saat terdakwa ditanya pendapatnya tentang video penembakan tersebut, Arps menjawab "Luar biasa", demikian dikutip RNZ.

"Tampak jelas dari semua materi di hadapan saya jika Anda memiliki pandangan keras dan tidak menyesal terhadap komunitas Muslim," kata hakim saat pembacaan hukuman.

Pemerintah Selandia Baru telah melarang tindakan membagikan video teror di Christchurch dengan pelanggar dapat diancam dengan hukuman penjara hingga 14 tahun.

Dokumen pengadilan menunjukkan Arps ternyata bukan pertama kali tersangkut masalah hukum.

Pada 2016, Arps pernah didakwa melakukan "perilaku ofensif" dengan mengirimkan kepala babi yang berlumuran darah ke Masjid Al Noor, yang menjadi salah satu dari dua target penyerangan pada Maret lalu.

Atas tindakannya, Arps dijatuhi sanksi denda sebesar 800 dollar Selandia Baru atau sekitar Rp 7,4 juta.

Baca juga: Tersangka Penembakan Masjid di Christchurch Menolak Semua Tuduhan



Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X