Tersangka Penembakan Masjid di Christchurch Menolak Semua Tuduhan

Kompas.com - 14/06/2019, 09:28 WIB
Brenton Tarrant ketika dihadirkan di pengadilan Sabtu (16/3/2019). Tarrant dikenai dakwaan pembunuhan kepada jemaah Masjid Al Noor dan Linwood ketika Shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru (15/3/2019). Wajahnya diburamkan untuk mempertahankan haknya mendapat persidangan yang adil.POOL New via Sky News Brenton Tarrant ketika dihadirkan di pengadilan Sabtu (16/3/2019). Tarrant dikenai dakwaan pembunuhan kepada jemaah Masjid Al Noor dan Linwood ketika Shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru (15/3/2019). Wajahnya diburamkan untuk mempertahankan haknya mendapat persidangan yang adil.

CHRISTCHURCH, KOMPAS.com - Tersangka kasus penembakan dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, dan menewaskan 51 orang, menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan.

Muncul di Pengadilan Tinggi Christchurch, Jumat (14/6/2019), melalui tampilan audio visual dari penjara dengan keamanan maksimum di Auckland, Brenton Tarrant hanya duduk terdiam.

Pengacara Shane Tait membacakan pernyataan kliennya yang menyatakan bahwa dirinya "tidak bersalah atas semua tuduhan".

Pengadilan sebelumnya menuduh, Brenton, yang menjadi tersangka dalam serangan dua masjid di Christchurch pada 15 Maret lalu dengan 51 tuduhan pembunuhan, 40 percobaan pembunuhan, dan terorisme.

Pria berusia 28 tahun warga Australia itu diduga telah menembaki jemaah yang hendak menjalankan ibadah shalat Jumat di masjid Al Noor dan di masjid Linwood, sambil menyiarkan secara langsung tindakannya ke media sosial Facebook.

Baca juga: Tragedi Penembakan Masjid di Christchurch Bakal Diangkat Menjadi Film

Pihak pengadilan juga telah mendengarkan keterangan ahli terkait kesehatan mental pelaku dan menyebut Brenton layak diadili atas kasus penembakan terburuk dalam sejarah Selandia Baru itu.

"Tidak ada masalah sehubungan dengan kesehatan terdakwa untuk memohon, menginstruksi pengacara, dan untuk diadili. Sidang kebugaran tidak diperlukan," kata Hakim Cameron Mander, dalam pernyataan tak lama setelah sidang, seperti dikutip AFP.

Sekitar 80 penyintas dan kerabat korban yang terbunuh hadir di galeri umum gedung pengadilan untuk melihat jalannya sidang dan tersangka, yang mengenakan kaus abu-abu.

Hakim Mander menetapkan tanggal persidangan pada 4 Mei tahun depan dan Pengacara Tair mengatakan sidang diperkirakan akan berlangsung setidaknya enam minggu.

"Pengadilan berupaya untuk membawa kasus-kasus kriminal yang serius ke pengadilan dalam waktu satu tahun sejak penangkapan. Skala dan kompleksitas kasus ini membuatnya menantang," kata Mander.

Tersangka kemudian akan kembali ditahan untuk menghadiri sidang pemeriksaan kasus yang akan diadakan pada 15 Agustus mendatang.

Hakim melarang seluruh media untuk mengambil foto maupun video dari tersangka, dan menyebut media dapat menggunakan dokumentasi dari sidang sebelumnya pada April lalu.

Baca juga: Tampilkan Karakter Mirip Pelaku Penembakan Christchurch, Game Ini Dikecam

Pascaserangan yang mengguncang seluruh negeri, pemerintah Selandia Baru telah memperketat undang-undang kepemilikan senjata dan akan meninjau undang-undang berkaitan dengan ujaran kebencian.

Pemerintah Selandia Baru juga mendukung upaya internasional untuk memastikan bahwa raksasa media sosial berbuat lebih banyak dalam memerangi ekstremisme online.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Internasional
Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Internasional
Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Internasional
Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Internasional
Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Internasional
Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Internasional
Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Internasional
Close Ads X