Rekam Murid Makan Roti Campur Garam di Sekolah, Jurnalis di India Dilaporkan ke Polisi

Kompas.com - 03/09/2019, 22:27 WIB
Rekaman gambar video memperlihatkan para murid SD di Uttar Pradesh, India, makan roti bercampur garam saat makan siang. Jurnalis yang merekamnya kemudian dilaporkan ke polisi sehingga mendapat reaksi keras. Screengrab from YouTubeRekaman gambar video memperlihatkan para murid SD di Uttar Pradesh, India, makan roti bercampur garam saat makan siang. Jurnalis yang merekamnya kemudian dilaporkan ke polisi sehingga mendapat reaksi keras.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Seorang jurnalis di India dilaporkan ke polisi setelah merekam fakta menyedihkan di mana murid sekolah hanya makan roti bercampur garam sebagai makan siang.

Pawan Jaiswal menjadi perbincangan setelah merekam murid SD miskin di Uttar Pradesh yang hanya diberi makan siang roti bercampur garam alih-alih kuliner sehat.

Baca juga: Pemimpin Hong Kong Diserang Bertubi-tubi oleh Jurnalis Saat Membahas Unjuk Rasa

Laporan itu kemudian memantik kritikan kepada pemerintah setempat yang dikuasai oleh partai Perdana Menteri India Narendra Modi, Bharatiya Janata Party (BJP).

Petugas pendidikan Mirzapur Prem Shankar Ram di kantor polisi Ahraura melayangkan laporan tak hanya kepada Jaiswal. Namun juga kepala desa Rajkumar Pal.

Ram menuduh Pal sengaja menghubungi Jaiswal supaya memberitakannya. Sebab, Pal mengetahui hanya roti yang bisa dihidangkan. Sementara sayur tidak ada.

Jaiswal dan Pal pun dikenakan pasal bermufakat untuk kejahatan, menghancurkan citra pemerintah, penyajian bukti palsu, hingga berbohong menurut KUHP India.

Dikutip Economic Times Selasa (3/9/2019), Menteri Pendidikan Dasar Satish Dwivedi menuturkan seharusnya upaya Jaiswal dalam mengungkap adanya korupsi tak perlu digubris.

"Saya akan meminta keterangan dari pengawas polisi (SP) terkait aksi apa yang bisa mereka lakukan untuk menyikapi pelaporan seperti ini," ujar Dwivedi.

Sementara editor Guild of India dalam pernyataan resmi Senin (2/9/2019) menyebut otoritas sudah melakukan cara kejam dan klasik untuk menghancurkan Jaiswal.

"Sangat mengejutkan alih-alih membenahi apa yang jadi kekurangan, mereka malah mengkriminalisasi jurnalis," ujar editor Guild of India dikutip AFP Selasa (3/9/2019).

Sementara puluhan jurnalis berkumpul di kantor distrik Selasa, dan meneriakkan berbagai slogan dan menghendaki supaya investigasi terhadap Jaiswal dicabut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Internasional
Berisi Air Suci, 'Sepatu Yesus' Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Berisi Air Suci, "Sepatu Yesus" Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Internasional
Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Internasional
Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Internasional
Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

Internasional
Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Internasional
Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Internasional
Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Internasional
Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Internasional
Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Internasional
Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Internasional
Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Internasional
Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X