Padamkan Kebakaran Hutan di Amazon, Brasil Kirim Pasukan

Kompas.com - 24/08/2019, 10:33 WIB
Seperti inilah titik-titik kebakaran hutan di Brasil. Saat ini, Brasil mengalami periode terparah kebakaran hutan sejak 2013, di mana tercatat ada 76.720 kebakaran sejak Januari hingga Agustus 2019. Jumlah itu mengalami kenaikan 83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Global Forest Watch via Sky NewsSeperti inilah titik-titik kebakaran hutan di Brasil. Saat ini, Brasil mengalami periode terparah kebakaran hutan sejak 2013, di mana tercatat ada 76.720 kebakaran sejak Januari hingga Agustus 2019. Jumlah itu mengalami kenaikan 83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BRASILIA, KOMPAS.com - Presiden Brasil Jair Bolsonaro sudah menandatangani dekrit penempatan pasukan untuk membantu memadamkan kebakaran hutan yang terjadi di Amazon.

Pernyataan itu dilontarkan Gubernur Negara Bagian Roraima, Antonio Denarium, sekaligus memperkuat pernyataan Bolsonaro sebelumnya yang ingin mengerahkan militer.

Baca juga: Jenderal Brasil Siap Membela Amazon dari Kebakaran Hutan

Diberitakan Sky News Jumat (23/8/2019), kantor kepresidenan Brasil juga mencetuskan Bolsonaro bakal memaparkan langkah menangkal kebakaran hutan di Amazon.


Perancis dan Irlandia mengancam bakal membekukan perjanjian perdagangan bebas Uni Eropa dengan Amerika Latin (Mercosur) jika Bolsonaro tak segera bertindak.

Sementara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyatakan sudah saatnya bagi mereka untuk mengalihkan fokus kepada perlindungan alam dalam pertemuan G7.

Seiring dengan krisis yang semakin meningkat, Presiden Perancis Emmanuel Macron menuduh Bolsonaro sudah berbohong serta tidak menghormati komitmennya sendiri.

Johnson pun memberikan dukungan kepada Macron supaya kebakaran hutan di Amazon mendapat porsi pembahasan lebih dalam konferensi G7 di Biarritz, Sabtu ini (24/8/2019).

Macron sudah menyebut kejadian yang terjadi di Amazon merupakan krisis internasional dengan menyebutnya sebagai "rumah kami benar-benar terbakar dalam arti sesungguhnya".

"Hutan hujan tropis Amazon, paru-paru dunia yang sudah memberikan 20 persen oksigen bagi Bumi ini, tengah terbakar," kata Macron dalam kicauannya di Twitter.

Sementara Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kebakaran hutan yang terjadi, angka tertinggi sejak 2013 silam, sangat "mengejutkan serta mengancam".

Sepanjang Januari hingga Agustus tahun ini, Brasil sudah mengalami 76.720 kebakaran. Kenaikan sebesar 83 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Para pemimpin maupun pesohor dunia menyuarakan kekhawatiran mereka karena Amazon merupakan salah satu benteng penting dalam menangkal perubahan iklim.

"Tidak mungkin bagi kami untuk mempertahankan perjanjian bebas Uni Eropa dan Mercosur jika Brasil tak menghormati komitmen lingkungannya," tegas Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkar.

Tak hanya Brasil. Problem yang sama juga dihadapi Bolivia serta Paraguay sebagai akibat dari petani lahan yang sengaja membakar hutan demi meningkatkan pertanian.

Baca juga: Tangkal Kebakaran Hutan di Amazon, Presiden Brasil Pertimbangkan Kerahkan Pasukan

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Sumber Sky News
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Kiribati Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Taiwan dan Akui China

Ini Alasan Kiribati Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Taiwan dan Akui China

Internasional
Arab Saudi Bakal Bertindak Jika Iran Terbukti Terlibat dalam Serangan ke Kilang Minyak Aramco

Arab Saudi Bakal Bertindak Jika Iran Terbukti Terlibat dalam Serangan ke Kilang Minyak Aramco

Internasional
Ribuan Fans Alien Datangi Area 51 di Padang Pasir Nevada, 5 Orang Ditahan

Ribuan Fans Alien Datangi Area 51 di Padang Pasir Nevada, 5 Orang Ditahan

Internasional
Garda Revolusi: Setiap Negara yang Serang Iran Bakal Jadi 'Medan Perang'

Garda Revolusi: Setiap Negara yang Serang Iran Bakal Jadi "Medan Perang"

Internasional
Anwar Ibrahim, Dipenjara karena Tuduhan Sodomi, Kini Jadi Calon Pewaris Takhta Mahathir

Anwar Ibrahim, Dipenjara karena Tuduhan Sodomi, Kini Jadi Calon Pewaris Takhta Mahathir

Internasional
Mawlamyine, Kota yang Ditinggalkan Penduduknya

Mawlamyine, Kota yang Ditinggalkan Penduduknya

Internasional
Ketika Kopi Membantu Veteran Vietnam Membesarkan Keluarganya

Ketika Kopi Membantu Veteran Vietnam Membesarkan Keluarganya

Internasional
Mahathir: Saya Akan Umumkan Tanggal Penyerahan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim

Mahathir: Saya Akan Umumkan Tanggal Penyerahan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim

Internasional
Diminta Arab Saudi, Pentagon Bakal Kirim Pasukan Bantuan ke Wilayah Teluk

Diminta Arab Saudi, Pentagon Bakal Kirim Pasukan Bantuan ke Wilayah Teluk

Internasional
Pertama Kali, Resepsi Diplomatik Peringatan HUT Kemerdekaan RI Digelar di Gedung Senat AS

Pertama Kali, Resepsi Diplomatik Peringatan HUT Kemerdekaan RI Digelar di Gedung Senat AS

Internasional
Trump Umumkan Sanksi Baru dan Terberat terhadap Iran, tapi..

Trump Umumkan Sanksi Baru dan Terberat terhadap Iran, tapi..

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Kilang Minyak Aramco Diserang | Pelaku Pembunuhan Hwaseong Terungkap

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Kilang Minyak Aramco Diserang | Pelaku Pembunuhan Hwaseong Terungkap

Internasional
Ketinggian Pesawat Turun Lebih dari 9.000 Meter dalam 7 Menit, Penumpang Panik

Ketinggian Pesawat Turun Lebih dari 9.000 Meter dalam 7 Menit, Penumpang Panik

Internasional
Ditolak Rumah Sakit, Seorang Ibu Terpaksa Melahirkan di Bak Mandi Rumahnya

Ditolak Rumah Sakit, Seorang Ibu Terpaksa Melahirkan di Bak Mandi Rumahnya

Internasional
Jika Perang Pecah di Timur Tengah, Cadangan BBM Australia Bisa Habis dalam 3 Minggu

Jika Perang Pecah di Timur Tengah, Cadangan BBM Australia Bisa Habis dalam 3 Minggu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X