Kompas.com - 02/08/2019, 22:34 WIB

Juga beredar di media sosial terkait perintah polisi untuk mengumpulkan rincian tentang setiap masjid dan para pemimpinnya minggu ini.

Seorang pejabat tinggi kepolisian, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan petugas telah disarankan untuk mengirim keluarga mereka ke tempat-tempat yang aman dan mengumpulkan cadangan makanan.

Pemilik pompa bensin mengatakan para pejabat juga meminta mereka untuk menjaga stok bahan bakar kendaraan tetap penuh.

"Itu adalah bagian dari rencana keamanan yang terus berubah untuk melawan kemungkinan pemberontakan publik," tambah pejabat polisi itu.

Gubernur negara bagian Jammu dan Kashmir, Satya Pal Malik, menyatakan bahwa semuanya dalam kondisi normal. Namun pernyataan itu telah gagal meyakinkan publik di tengah kabar yang beredar.

Baca juga: Ada Ancaman Serangan Teroris, 2 Pangkalan Udara India di Kashmir Siaga

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.