Kompas.com - 25/07/2019, 17:44 WIB
Presiden AS Donald Trump memegang papan yang menunjukkan rencana penjualan berbagai senjata ke Arab Saudi saat bertemu Pangeran Mohammed bin Salam di Ruang Oval, Gedung Putih, Rabu (20/3/2018). MANDEL NGANPresiden AS Donald Trump memegang papan yang menunjukkan rencana penjualan berbagai senjata ke Arab Saudi saat bertemu Pangeran Mohammed bin Salam di Ruang Oval, Gedung Putih, Rabu (20/3/2018).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump menyatakan dia melakukan veto terhadap resolusi Kongres yang melarang penjualan senjata ke Arab Saudi.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo Juni lalu mengatakan, ancaman dari Iran menjadi alasan mereka setuju menjual senjata senilai 8,1 miliar dollar AS, atau Rp 113,2 triliun, ke Saudi dan Uni Emirat Arab.

Namun seperti diberitakan BBC Kamis (25/7/2019), Kongres AS baik dari Partai Republik maupun oposisi Partai Demokrat sepakat untuk menelurkan tiga resolusi.

Baca juga: Buntut AS Sepakat Jual Senjata Rp 30 Triliun ke Taiwan, China Umumkan Latihan Perang

Sejumlah anggota Kongres menyatakan mereka khawatir jika senjata yang dijual bakal dipakai untuk menghantam warga sipil dalam konflik yang berlangsung di Yaman.

Anggota Kongres itu menentang peran Arab Saudi di Yaman. Begitu juga dengan tuduhan keterlibatan pejabatnya dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Trump mengatakan bahwa resolusi yang disahkan oleh Kongres bakal "melemahkan" sisi kompetitif AS. Larangan itu juga akan menyakiti hubungan dengan sekutu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara dikutip The Guardian, Gedung Putih memaparkan penghentian penjualan senjata kepada Arab Saudi dan UEA berarti AS tidak akan membela sekutu mereka.

Apalagi ketika sekutu mereka itu tengah dihadapkan pada ancaman yang tengah meningkat. Penjualan itu mencakup ribuan rudal pandu presisi, bom, amunisi, dan perawatan pesawat.

Trump juga menjelaskan bahwa membatasi penjualan senjata bakal memperpanjang konflik di Yaman. Bahwa tak menggunakan senjata presisi bakal menambah korban sipil.

Dia juga menegaskan bahwa Saudi dan UEA merupakan "benteng" untuk melawan aktivitas yang dilakukan Iran dan bahaya yang ditimbulkan di Timur Tengah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.