Raja Salman Setujui Penempatan Pasukan AS di Arab Saudi

Kompas.com - 20/07/2019, 08:40 WIB
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz saat menghadiri pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) di Mekkah, Kamis (30/5/2019).REUTERS / BANDAR ALGALOUD / HANDOUT Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz saat menghadiri pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) di Mekkah, Kamis (30/5/2019).

RIYADH, KOMPAS.com - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz dikabarkan telah menyetujui kerajaannya untuk menjadi tuan rumah bagi pasukan Amerika Serikat yang akan ditempatkan di negaranya.

Raja Salman menilai penempatan pasukan AS di Arab Saudi tersebut akan meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan Timur Tengah. Demikian diberitakan kantor berita SPA, Jumat (19/7/2019).

Departemen Pertahanan AS telah mengonfirmasi langkah penempatan itu dalam sebuah pernyataan, yang menyebut bakal mengerahkan pasukan dan sumber daya ke Arab Saudi.

Pentagon mengatakan penempatan tersebut untuk memberikan pencegahan tambahan dalam menghadapi ancaman yang mungkin muncul dan dapat dipercaya.


Kabar penempatan pasukan AS di Saudi ini muncul di tengah peningkatan ketegangan antara Washington dengan Teheran di kawasan Teluk, yang berpotensi memberi dampak besar terhadap pasar minyak global.

Baca juga: Raja Salman Undang 1.000 Keluarga Martir Palestina untuk Berhaji, Siapa Saja Mereka?

"Keputusan untuk menjadi tuan rumah pasukan AS bertujuan agar dapat meningkatkan kerja sama kedua negara dalam pertahanan keamanan dan stabilitas regional serta menjaga perdamaiannya," tulis SPA, mengutip pernyataan seorang pejabat Kementerian Pertahanan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Belum ada pernyataan langsung dari Raja Salman, namun seorang pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan pengerahan akan mencakup sekitar 500 personel militer  ke Arab Saudi, dan merupakan bagian dari peningkatan jumlah pasukan AS di Timur Tengah yang telah diumumkan Pentagon bulan lalu.

Pada Juni lalu, Pentagon mengatakan bakal mengerahkan 1.000 tentara tambahan ke Timur Tengah, tetapi tidak mengatakan ke mana mereka akan ditempatkan.

Hubungan antara Washington dengan Teheran memburuk sejak tahun lalu ketika Presiden Donald Trump memutuskan keluar dari kesepakatan nuklir 2015 dan kembali memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Iran.

Sejak saat itu hubungan kedua negara terus merenggang dengan beberapa kali terjadi peningkatan ketegangan.

Terakhir, pada Kamis (18/7/2019), dengan Trump mengklaim kapal perangnya telah menembak jatuh pesawat nirawak milik Iran di perairan Selat Hormuz. Klaim itu dibantah Teheran.

Kabar persetujuan Raja Salman atas penempatan pasukan AS di Arab Saudi juga muncul, setelah Iran pada Jumat (19/7/2019), mengaku telah menahan sebuah kapal tanker minyak milik Inggris di kawasan yang sama.

Baca juga: Raja Salman Sebut Serangan di Kawasan Teluk Ancam Pasokan Minyak Dunia

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Konvoi Militer Turki Diserang Suriah, 3 Warga Sipil Tewas

Konvoi Militer Turki Diserang Suriah, 3 Warga Sipil Tewas

Internasional
WNI di Denmark Rela Tempuh Perjalanan 5 Jam demi Ikut Upacara 17 Agustus

WNI di Denmark Rela Tempuh Perjalanan 5 Jam demi Ikut Upacara 17 Agustus

Internasional
Tandai Peringatan 17 Agustus di Italia, KBRI Roma Pukul Gong

Tandai Peringatan 17 Agustus di Italia, KBRI Roma Pukul Gong

Internasional
3.500 Pengungsi Rohingya di Bangladesh Dibebaskan untuk Kembali ke Myanmar

3.500 Pengungsi Rohingya di Bangladesh Dibebaskan untuk Kembali ke Myanmar

Internasional
Taiwan Tawarkan Suaka bagi Peserta Demo Hong Kong, China Marah

Taiwan Tawarkan Suaka bagi Peserta Demo Hong Kong, China Marah

Internasional
Iran Peringatkan AS Tak Usik Kapal Tankernya yang Dibebaskan Gibraltar

Iran Peringatkan AS Tak Usik Kapal Tankernya yang Dibebaskan Gibraltar

Internasional
Ditanya Kenapa Masih Pertahankan Pasukan di Afghanistan, Trump: Kami Seperti Polisi

Ditanya Kenapa Masih Pertahankan Pasukan di Afghanistan, Trump: Kami Seperti Polisi

Internasional
Diejek Gendut Saat Ingin Es Krim, Gadis Ini Bunuh Pacar Pakai Gunting

Diejek Gendut Saat Ingin Es Krim, Gadis Ini Bunuh Pacar Pakai Gunting

Internasional
Dibebaskan Gibraltar, Kapal Tanker Iran Berlayar ke Yunani

Dibebaskan Gibraltar, Kapal Tanker Iran Berlayar ke Yunani

Internasional
Trump: Kami Tidak Ingin Afghanistan Jadi 'Laboratorium Teror'

Trump: Kami Tidak Ingin Afghanistan Jadi "Laboratorium Teror"

Internasional
5 Bulan Mengajar, Guru di Malaysia Ini Dapat 15 Surat Cinta dari Murid

5 Bulan Mengajar, Guru di Malaysia Ini Dapat 15 Surat Cinta dari Murid

Internasional
Hindari Kerusuhan, Otoritas India Tahan 4.000 Warga Kashmir

Hindari Kerusuhan, Otoritas India Tahan 4.000 Warga Kashmir

Internasional
Diputus Pacar dan Hilang Pekerjaan, Pria Ini Ancam Bunuh 100 Orang

Diputus Pacar dan Hilang Pekerjaan, Pria Ini Ancam Bunuh 100 Orang

Internasional
PM Denmark: Ketertarikan Trump Beli Greenland Itu Konyol

PM Denmark: Ketertarikan Trump Beli Greenland Itu Konyol

Internasional
Terbangun dari Koma 10 Hari, Pria Ini Lupa Tentang Hari Pernikahannya

Terbangun dari Koma 10 Hari, Pria Ini Lupa Tentang Hari Pernikahannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X