Buntut AS Sepakat Jual Senjata Rp 30 Triliun ke Taiwan, China Umumkan Latihan Perang

Kompas.com - 15/07/2019, 15:28 WIB
Pasukan militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China saat menjalani latihan militer gabungan dengan angkatan bersenjata Kamboja, Maret 2018. SCMP / WEIBOPasukan militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China saat menjalani latihan militer gabungan dengan angkatan bersenjata Kamboja, Maret 2018.

BEIJING, KOMPAS.com - Pasukan Pembebasan Rakyat China (PLA) mengumumkan bakal menggelar latihan perang darat dan udara di Selat Taiwan dalam beberapa hari mendatang.

Pengumumkan itu muncul setelah Amerika Serikat ( AS) menyetujui penjualan senjata kepada Taiwan dengan nilai transaksi 2,2 miliar dollar, atau Rp 30,5 triliun.

Dalam pernyataan pendek Kementerian Pertahanan dikutip South China Morning Post Minggu (14/7/2019), latihan itu merupakan bagian dari jadwal teratur militer.

Baca juga: Pemerintah AS Setuju Jual Senjata Senilai Rp 31 Triliun ke Taiwan


" Latihan perang itu merupakan pengaturan rutin sesuai dengan rencana tahunan miliar," demikia keterangan kementerian tanpa menjabarkan lebih lanjut.

Pernyataan itu keluar setelah Presiden Tsai Ing-wen menggelar pertemuan di New York atas adanya perwakilan tetap PBB di pulau dengan pemerintahan sendiri itu.

Pertemuan yang terbuka bagi media itu merupakan momen pertama setelah sebelumnya, Presiden Taiwan dilarang untuk tampil di depan publik ketika berkunjung ke AS.

Tsai tidak hanya berusaha menggalang dukungan diplomatik bagi Taiwan, namun juga kemampuan pertahanan di tengah tensi yang memanas dengan China daratan.

China masih menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya sejak perang sipil 1949 yang harus segera disatukan. Bahkan menggunakan kekerasan bila perlu.

Dalam paket penjualan terbesar di era Presiden Donald Trump itu, AS bakal menyediakan 108 tank utama Abrams, 250 rudal portabel Stinger, dan peralatan penunjang.

Beijing merespons dengan mengancam bakal mem-blacklist perusahaan AS yang menjual senjata ke Taiwan, dengan Menteri Luar Negeri Wang Yi meminta Washington berhenti "bermain dengan api".

Dalam keteranagannya, Kantor Presiden Taiwan memaparkan Tsai berbicara dengan Ketua DPR AS Nancy Pelosi melalui sambungan telepon dan bertemu sejumlah politisi.

Tsai mengucapkan terima kasih kepada AS atas kerja sama mereka yang begitu penting di Selat Taiwan, sekaligus bersedia menjual senjata kepada mereka.

Menurut pengamat militer China Yue Gang, pengumuman yang dilakukan PLA merupakan respons tegas terhadap kunjungan Tsai ke New York dan keputusa AS menjual senjata.

"Latihan itu seolah menggambarkan posisi yang sudah jelas: jika Taiwan terus menentang rencana penyatuan, mereka bakal menemui jalan buntu," ulas Yue.

Baca juga: AS Setuju Jual Senjata Rp 31 Triliun ke Taiwan, China Kecewa Berat

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X