Kompas.com - 21/07/2019, 21:21 WIB


LOS ANGELES, KOMPAS.com – Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengecam keras komentar Presiden Donald Trump terhadap keempat perempuan anggota DPR AS dari minoritas,sebagai komentar tercela.

Berbicara dalam acara sarapan pagi bersama komunitas warga Afro-Amerika dan pekerja restoran di Los Angeles, Biden mengkritik kampanye Trump di Greenvle, Carolina Utara.

Sebabnya, pidato Trump itu membakar semangat pendukungnya untuk meneriakkan "Send Her Back" atau "Kirim Dia Kembali" kepada keempat anggota DPR itu.

Baca juga: Buntut Nyanyian Send Her Back kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa Tak Enak

"Kalian dapat membayangkan jika ada yang berani meneriakkan kata-kata itu ketika saya sedang bicara, saya akan langsung menghentikannya," tegas Biden dikutip DPA.

Bakal calon presiden dari Partai Demokrat dalam Pilpres 2020 itu juga menyamakan Trump dengan George Wallace, mantan Gubernur Alabama yang terkenal sebagai sosok rasis dan segregasionis.

Secara terbuka, Wallace menggelar kampanye dengan memfokuskan diri kepada retorika rasialis tatkala bertarung dalam pilpres periode 1960 sampai 1970-an.

Biden dengan lantang menolak rasisme dan mendesak presiden berusia 73 tahun itu untuk menolaknya juga secara terbuka.

Adapun Trump mengaku sebenarnya dia merasa "tidak enak" terhadap nyanyian yang dikumandangkan oleh pendukungnya tersebut.

Dia menerangkan merasa sedikit buruk dan merasa tidak senang. Namun, presiden ke-45 dalam sejarah AS itu berusaha menjaga jarak.

"Saya tidak mengatakannya. Mereka (pendukung Trump) yang melakukan, dan saya tidak setuju," papar suami Melania tersebut.

Biden menanggapi sinis pembelaan Trump dengan menuturkan si presiden selalu pandai untuk bersilat lidah.

“Dia melakukan itu sepanjang waktu. Lihat, ini permainannya untuk memecah belah negara ini. Dia mengangkat rasisme karena itu yang disukai pendukungnya.” paparnya.

Trump menjadi sorotan setelah dalam kicauannya di Twitter, dia meminta keempat anggota DPR AS itu untuk kembali dan membantu memulihkan "negara asal" mereka.

Keempat perempuan yang dimaksud adalah Alexandria Ocasio-Cortez, Rashida Tlaib, Ilhan Omar, dan Ayanna Pressley yang masing-masing berasal dari komunitas Hispanik, Arab, Somalia, dan Afro-Amerika.

Mereka terpilih sebagai anggota DPR AS dalam pemilu sela November tahun lalu, dan menjadi figur bersinar berkat komitmen mereka untuk menerapkan kebijakan lebih progresif serta kritik pedas mereka terhadap Trump.

Biden sendiri menurut sejumlah hasil survei konsisten unggul atas Trump yang menjadikan dia penantang terkuat Partai Demokrat untuk mengalahkan taipan real estate itu.

Baca juga: DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.