Buntut Nyanyian "Send Her Back" kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa "Tak Enak"

Kompas.com - 19/07/2019, 12:01 WIB
Ilhan Omar, politisi perempuan Muslim yang terpilih sebagai anggota House of Representatives dari Negara Bagian Minnesota ketika berbicara di hadapan pendukungnya Selasa (6/11/2018). AFP/KEREM YUCELIlhan Omar, politisi perempuan Muslim yang terpilih sebagai anggota House of Representatives dari Negara Bagian Minnesota ketika berbicara di hadapan pendukungnya Selasa (6/11/2018).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkomentar terhadap nyanyian "Send Her Back" terhadap anggota DPR AS, Ilhan Omar.

Presiden 73 tahun itu terlibat perang komentar baik dengan Omar maupun tiga politisi perempuan House of Representatives dari oposisi Partai Demokrat.

Trump menjadi sorotan setelah dalam kicauannya di Twitter, dia mengatakan keempat politisi itu untuk kembali dan membantu memulihkan "negara asal" mereka.

Baca juga: Bantah Tuduhan Rasisme, Trump: Saya Tak Punya Tulang Rasis


Dilansir Sky News Kamis (18/7/2019), dia menghabiskan 20 menit pidato saat kampanye di Carolina Utara untuk mengkritik empat anggota DPR AS yang dia sebut "Skuad".

Buntut dari kritikannya terhadap empat politisi keturunan itu, para pendukung kemudian meneriakkan nyanyian Send Her Back yang merujuk pada Ilhan Omar.

Kepada awak media di Gedung Putih, Trump mengaku merasa "tak enak". "Saya merasa sedikit buruk tentang itu. Saya harus berkata saya tidak senang," terangnya.

Meski mengaku tidak setuju dengan ucapan dari para pendukungnya, Trump berusaha menjaga jarak. "Saya tidak mengatakannya. Mereka yang melakukan, dan saya tak setuju," imbuh dia.

Ketua Komisi Keamanan Dalam Negeri DPR Bennie Thompson memperingatkan sejak nyanyian itu muncul, Omar dan tiga politisi lainnya bakal mendapat ancaman.

Dalam surat kepada kepala ketertiban Senat AS Michael Stenger, Thompson meminta pertemuan darurat di Gedung Capitol untuk membahas ancaman itu.

Di antara klaim yang diutarakan Trump terdapat pernyataan bahwa Omar memuji Al Qaeda, dan dia tidak menghentikan apa pun saat pendukungnya mulai menyanyikannya.

Teriakan "boo" langsung terdengar tatkala presiden dari Partai Republik itu kembali berbicara tentang Omar dan tiga koleganya yang menjadi penentang kebijakan imigrasi serta retorika Trump.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X