Tembak Beruang Kutub di Luar Rumah, Pria Alaska Terancam Dipenjara

Kompas.com - 15/07/2019, 21:57 WIB
Ilustrasi beruang kutub. (Shutterstock) Ilustrasi beruang kutub. (Shutterstock)

FAIRBANKS, KOMPAS.com - Seorang pria di Alaska dituduh telah melanggar hukum federal dengan membunuh beruang kutub secara ilegal.

Pria bernama Chris Gordon, asal Kaktovik, North Slope, Alaska utara, menembak seekor beruang kutub di luar kediamannya dan membiarkan bangkainya selama lima bulan tanpa mengambil sebagian darinya.

"Tuan Gordon diduga meninggalkan daging ikan paus yang telah disembelih di halaman depan rumahnya untuk waktu yang cukup lama sehingga menarik beruang kutub dan hewan lainnya," kata seorang jaksa penuntut federal, Ryan Tansey.

Atas tindakannya membunuh beruang kutub secara ilegal itu, Gordon (35), kini diancam hukuman satu tahun penjara dan denda maksimal 100.000 dollar AS (sekitar Rp 1,3 miliar) jika terbukti bersalah. Demikian dilaporkan media Alaska.

Baca juga: Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Gordon, yang dijadwalkan untuk hadir di pengadilan di Fairbanks, pada Agustus mendatang, menolak memberi komentar atas kasus yang menjerat dirinya.

"Membunuh hewan demi mempertahankan diri diperbolehkan berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Mamalia Laut. Akan tetapi Gordon tidak melaporkan atau menyebut tentang beruang kutub itu seperti yang dibutuhkan," kata Tansey, dikutip The Associated Press.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penduduk pesisir Alaska juga diperbolehkan memanfaatkan beruang kutub untuk diambil bagian tubuhnya atau untuk kerajinan, namun tidak dengan cara yang sia-sia.

Kawasan desa di Lereng Utara telah menjadi tujuan wisatawan maupun beruang kutub saat suhu udara di Arktik mulai menghangat.

Namun situasi di mana beruang kutub mulai terbiasa dengan manusia menjadi kekhawatiran tersendiri dari warga.

Mike Gallagher, seroang anggota dewan kota di desa itu, mengatakan jika penduduk Kaktovik merasa prihatin akan beruang kutub yang mulai merambah permukiman warga.

"Ada beruang di bawah rumah saya di pagi hari saat saya pergi bekerja. Beruang-beruang ini mulai terbiasa dengan orang-orang," kata Gallagher pada pertemuan publik pada bulan Juni.

Baca juga: Darurat, Invasi 50 Beruang Kutub Memasuki Rusia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.