Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Kompas.com - 27/06/2019, 14:36 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan-jalan di tengah jeda pertemuan mereka di Hotel Metropole Hanoi, Vietnam, di hari kedua Kamis (28/2/2019). AFP/SAUL LOEBPemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan-jalan di tengah jeda pertemuan mereka di Hotel Metropole Hanoi, Vietnam, di hari kedua Kamis (28/2/2019).

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pyongyang memperingatkan kepada negara tetangganya, Korea Selatan, untuk berhenti ikut campur dalam pembicaraannya dengan Washington.

Sebagaimana diketahui, pembicaraan antara Korea Utara dengan AS telah terhenti sejak pertemuan di Hanoi pada Februari lalu yang tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Namun sejak saat itu, Korsel terus berupaya menghidupkan kembali proses dialog membahas denuklirisasi Semenanjung Korea antara Pyongyang dengan Washington, termasuk rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Seoul akhir pekan ini.

Sementara kontak antara Pyongyang dengan Washington tetap terjalin meski dalam tingkatan minimal, seperti dengan saling berkirim surat antara Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Baca juga: Susul China dan Rusia, Korsel Juga Kirim 50.000 Ton Beras ke Korea Utara

Menjelang kunjungan Trump ke Seoul, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pembahasan di belakang layar dengan AS untuk mempersiapkan pertemuan puncak ketiga Trump dengan Kim Jong Un.

"Yang juga sedang berlangsung adalah dialog antara Korea Selatan dengan Utara melalui beragam cara," tambah Moon dalam wawancara tertulis dengan media terkemuka di Seoul.

Namun kabar pembicaraan secara diam-diam tersebut menuai kecaman dari pihak Korea Utara yang memandang Seoul telah bertindak ikut campur dan berusaha meningkatkan posisinya dengan menyamar sebagai "mediator".

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor berita Korea Utara, KCNA, Menteri Urusan Luar Negeri Korut, Ri Yong Ho, hubungan antara AS dengan Korea Utara adalah "pihak langsung" dan tidak seharusnya dicampuri oleh negara lain.

"Ini sama sekali bukan masalah di mana pemerintah Korea Selatan dapat ikut campur," ujarnya, Kamis (27/6/2019), dikutip AFP.

"Jika Korea Utara perlu untuk menghubungi Washington, maka kami dapat menggunakan saluran komunikasi yang sudah ada," ujarnya, menekankan bahwa komunikasi itu tidak akan pernah melalui pemerintah Korea Selatan.

"Pejabat Korea Selatan bertindak seolah-olah ada berbagai pertukaran dan pembicaraan di belakang layar antara pihak Utara dan Selatan, padahal hal semacam itu tidak pernah ada," tambah Ri Yong Ho.

Baca juga: Seoul Desak Pyongyang Segera Gelar Pertemuan Antar-Korea Keempat

Pernyataan yang disampaikan Korea Utara itu juga mengingatkan kepada Washington bahwa tidak banyak waktu tersisa hingga batas akhir tahun Kim Jong Un untuk mengadopsi pendekatan baru guna menghidupkan kembali dialog.

Presiden Moon Jae-in telah tiga kali bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan mendukung pembicaraannya dengan Trump.

Moon juga terus mendorong kepada Korea Utara untuk melanjutkan dialog dengan AS setelah terhenti sejak pertemuan kedua Kim dan Trump di Hanoi yang tanpa kesepakatan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X