Kompas.com - 25/06/2019, 19:03 WIB

Dalam keterangan yang sama, kemendagri menuturkan dua warganya yang lain sudah ditempatkan dalam pengawasan ketat.

Rasidah Mazlan, seorang teknisi dilaporkan telah menjalin hubungan dengan sejumlah warga asing yang terlibat dalam aktivitas terorisme, seperti mendukung ISIS.

Perempuan berumur 62 tahun itu diperintahkan untuk menjalani kelas rehabilitasi sejak Maret lalu, dan dilarang mengganti pekerjaan, alamat, maupun bepergian ke luar negeri.

Investigasi menunjukkan motif utama Rasidah dilatarbelakangi simpatinya terhadap Muslim yang menderita akibat konflik di luar Singapura.

Baca juga: Anggota ISIS Berjuluk The Beatles Mengaku Menyesal dan Minta Maaf

Sementara warga lain bernama Mohamad Fairuz juga diperintahkan untuk menjalani rehabilitas di bulan yang sama dengan Rasidah.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pengantar makanan online ini telah teradikalisasi oleh ideologi ISIS, dan berencana berangkat ke Suriah.

Dalam pernyataan kementerian, Fairus diyakini menjadi emosional ketika membaca adanya pembantaian dalam perang saudara di Suriah.

Dia juga percaya jika mengangkat senjata dan berperang demi ISIS, dia akan langsung masuk surga ketika dia mati.

"Yang bersangkutan menolak memercayai berita dari media yang mengangkat kebrutalan ISIS dan menyebutnya sebagai kabar palsu," demikian keterangan kementerian.

Majelis Islam Singapura (MUIS) menyampaikan bahwa kasus Fairus menunjukkan ancaman berkelanjutan radikalisasi secara pribadi.

Sementara Menteri Urusan Islam Masagos Zulkifli menyesalkan adanya kasus yang menimpa ketiga warga tersebut.

“Kasus ini menunjukan tetap akan ada individu yang berpotensi teradikalisasi. Kita harus tetap waspada terhadap ancaman ini.” tulis Masagos melalui laman Facebooknya.

Baca juga: Kurdi Suriah Serahkan 14 Anak Yatim Piatu ISIS kepada Perancis dan Belanda

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.