Kurdi Suriah Serahkan 14 Anak Yatim Piatu ISIS kepada Perancis dan Belanda

Kompas.com - 10/06/2019, 18:38 WIB
Anggota ISIS berserta istri dan anak-anak mereka keluar dari desa Baghouz di provinsi Deir Ezzor, Suriah timur, Kamis (14/3/2019). (AFP/Delil Souleiman) Anggota ISIS berserta istri dan anak-anak mereka keluar dari desa Baghouz di provinsi Deir Ezzor, Suriah timur, Kamis (14/3/2019). (AFP/Delil Souleiman)

QAMISHILI, KOMPAS.com - Kurdi Suriah menyerahkan 14 anak yatim piatu yang lahir dari keluarga anggota kelompok ISIS kepada delegasi pemerintah dari Perancis dan Belanda.

Pejabat tinggi urusan luar negeri Kurdi, Abdelkarim Omar, mengatakan 12 anak-anak di antaranya diserahkan kepada Perancis dan sisanya kepada Belanda.

Pemindahan mereka menandakan langkah kecil dari upaya untuk memecahkan masalah yang ditimbulkan oleh sejumlah besar warga asing dari keluarga kelompok ekstremis yang kini berada di penampungan Suriah.

Baca juga: Total 11 Warga Perancis Telah Dijatuhi Hukuman Mati di Irak karena Gabung ISIS


Diwartakan kantor berita AFP, Senin (10/6/2019), anak-anak tersebut merupakan bagian dari puluhan ribu orang yang melarikan diri dari pertempuran terharap kelompok ISIS.

"Sebanyak 12 anak yatim piatu dari keluarga ISIS diserahkan kepada seorang delegasi dari Kementerian Luar Negeri Perancis," ucap Omar.

Dia mengatakan, penyerahan tersebut dilakukan di kota Ain Issa pada Minggu (9/6/2019).

Sementara itu, dua anak yatim piatu sisanya juga telah diserahkan kepada seorang delegasi pemerintah Belanda.

Namun, pejabat Belanda dan Perancis sejauh ini belum berkomentar.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian mengatakan ada sekitar 400-450 warga Perancis yang mendiami kamp pengungsian Kurdi di Suriah.

Perancis juga telah menerima lima anak yatim piatu dari keluarga ISIS pada pertengahan Maret lalu. Lalu, ada seorang anak perempuan berusia 3 tahun yang juga diserahkan pada April 2019.

Pada pekan lalu, dua perempuan asal Amerika Serikat dan enam anak dari keluarga ISIS juga dipulangkan ke negara asalnya.

Sebagai informasi, pemerintahan Kurdi di timur laut Suriah tidak diakui secara resmi dan kerangka hukum untuk pemulangan dan pemindahan warga negara asing tidak jelas.

Namun, mereka telah memulangkan sejumlah besar warga asal Kazakhstan, Uzbekistan, dan Kosovo. Sementara negara seperti Rusia, Sudan, dan Norwegia juga telah menerima warga mereka.

Baca juga: Biarkan Warganya yang Terkait ISIS Diadili di Irak, Perancis Menuai Kecaman

Meski demikian, pemulangan tersebut tetap terbatas karena kamp utama para pengungsi di Al-Hol masih penuh sesak dengan lebih dari 70.000 orang dari 40 negara yang berbeda.

Sementara, nasib para tersangka pejuang ISIS yang ditahan di penjara-penjara Kurdi bahkan lebih tidak jelas.

Beberapa negara Eropa bersedia untuk membawa mereka. Di sisi lain, pemerintahan Kurdi tidak dapat mengadili mereka.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Internasional
Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Internasional
Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Internasional
Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Internasional
5 Kisah Anjing Setia: 'Menangis' di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

5 Kisah Anjing Setia: "Menangis" di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

Internasional
Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Internasional
Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Internasional
Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Internasional
AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

Internasional
Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Internasional
Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Internasional
Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Internasional
Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Internasional
Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Internasional
Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Internasional
Close Ads X