Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Kompas.com - 24/06/2019, 18:31 WIB
Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di kantornya, Kamis (20/6/2019) Facebook Anwar IbrahimPresiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di kantornya, Kamis (20/6/2019)

BANGKOK, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad kembali menekankan kembali komitmen politiknya untuk menyerahkan jabatan kepada Anwar Ibrahim.

Pernyataan itu dia ucapkan kepada CNBC di sela pertemuan negara-negara Asia Temggara (ASEAN) ke-34 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Sabtu (22/6/2019).

"Sejauh yang saya tahu, saya sudah berjanji bakal mundur dan Anwar bakal menggantikan saya," kata Mahathir dikutip Channel News Asia Senin (24/6/2019).

Baca juga: Antara Anwar Ibrahim atau Azmin Ali, Mahathir Pilih Siapa?

Tenggat waktu penyerahan jabatan kepada Anwar yang merupakan kontrak politik pada pemilu Mei 2018 lalu menjadi poin utama pembahasan di koalisi Pakatan Harapan.

Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang dipimpin Anwar menyatakan, terdapat perjanjian bertanggal 7 Januari 2018 bahwa Mahathir hanya akan menjabat selama dua tahun.

Mahathir kemudian ditanya apakah dia bakal tetap menjabat untuk melihat realisasi target penurunan utang Malaysia dari 80 persen GDP menjadi 54 persen.

Saat itu, Mahathir mengatakan bahwa penurunan tersebut bakal membutuhkan waktu selama tiga tahun. "Tidak, saya tak akan menjabat lebih dari tiga tahun," tegasnya.

Pada MInggu (23/6/2019), Anwar menyatakan rencana transisi dengan PM berjuluk Dr M itu "telah disepakati" seraya menyebut pertemuan mereka begitu cair.

Anwar mengatakan awalnya dia menganggap pembicaraan transisi itu tak begitu penting. Namun, dia mengakui terdapat spekulasi yang berhembus di publik.

Di sela hadir dalam pertemuan PKR, Anwar menuturkan dia merasa harus memberikan konfirmasi soal isu itu. "Sebab, saya melihat masih banyak pandangan negatif," katanya.

Anwar mengatakan dia begitu puas dengan respon yang diberikan Mahathir sehingga dia tidak ragu meyakini bahwa proses dirinya jadi PM Malaysia bakal terjadi.

Meski begitu, politisi senior Rais Yatim yang menjadi anggota dewan Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) bentukan Mahathir berkata, Mahathir tidak ingin mundur secepatnya.

Dia menduga belum ada kesepakatan di antara anggota koalisi Pakatan bahwa Anwar bakal mengambil alih kursi PM karena bagian dari proses politik.

"Di politik, tidak akan ada perjanjian sebelum ada hitam di atas putih. Belum ada sesuatu yang konkret dia (Anwar) bakal jadi PM dalam dua tahun," terang Rais kepada The Star.

Baca juga: Jika Anwar Ibrahim Naik Jadi PM Malaysia, Ini Peran Baru Mahathir

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

Internasional
Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Internasional
Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Internasional
Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Internasional
Berjuluk 'Profesor', Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Berjuluk "Profesor", Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Internasional
Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Internasional
Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Internasional
Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Internasional
Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Internasional
Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Internasional
Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Internasional
Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Internasional
Gelar Baru Meghan Markle Disebut untuk Wanita yang Sudah Bercerai

Gelar Baru Meghan Markle Disebut untuk Wanita yang Sudah Bercerai

Internasional
Pemimpin ISIS Pengganti Abu Bakr al-Baghadadi Dikenali

Pemimpin ISIS Pengganti Abu Bakr al-Baghadadi Dikenali

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X