Hantu hingga Kakek, Tahap Kepangkatan Tak Resmi dalam Wamil di Rusia

Kompas.com - 22/06/2019, 18:12 WIB
Tentara Rusia bersiap di Lapangan Merah Moskwa. Mladen Antonov / AFPTentara Rusia bersiap di Lapangan Merah Moskwa.

KOMPAS.com - Seseorang yang tertarik dan bergabung dengan militer tentunya sadar bahwa dia akan mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan negara dan bangsa. Mereka mendapatkan didikan dari seorang sipil menjadi prajurit.

Tak hanya itu, jenjang karier dan kepangkatan juga melekat pada tentara. Pangkat ini bukan hanya sekadar jabatan dan kedudukan, melainkan status untuk tugasnya kelak setelah resmi dinyatakan lulus.

Di Indonesia, terdapat tiga sistem masuk militer, baik itu dari tamtama, bintara, dan perwira yang di dalamnya terdapat jenjangnya masing-masing. 

Masyarakat sipil di Indonesia tentunya tidak bisa merasakan kerasnya proses perekrutan militer. Sebab, di Indonesia tidak ada wajib militer.

 

Namun di Rusia, terdapat tiga tahap unik ketika seseorang masuk ikut wajib militer ( wamil). Tentu ini bukan kepangkatan resmi melainkan hanya julukan saja. Berikut ulasannya:

1. Dukhi (Hantu)

Tahap ini ditujukan kepada peserta yang 100 hari pertamanya dalam dinas militer. Tahap ini merupakan masa yang menantang, baik itu fisik dan psikologis seseorang.

Mereka yang masuk kategori ini akan menjalani penggemblengan fisik dari pagi hingga sore tanpa bantuan dari orang lain. Selain itu, mereka harus berada di bawah sinar matahari untuk melakukan aktivitas yang berat.

Inilah tantangan pada tahap Dukhi. Tak hanya itu saja, tentara pada tahap ini biasanya mampu menyelesaikan baris-berbaris sepanjang puluhan kilometer.

Tantangan yang mereka hadapi adalah krisis psikologis, maka dari itu konsultasi dengan pihak rumah sakit merupakan jawaban di masa-masa awal.

Halaman:


Sumber RBTH
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X