Mantan Menteri Luar Negeri Filipina Ditolak Masuk ke Hong Kong

Kompas.com - 21/06/2019, 21:41 WIB
Ilustrasi deportasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi deportasi.

HONG KONG, KOMPAS.com - Mantan Menteri Luar Negeri Filipina, Albert del Rosario, dilaporkan telah dideportasi setelah ditolak masuk ke Hong Kong, pada Jumat (21/6/2019).

Del Rosario berangkat ke Hong Kong menggunakan penerbangan pada Jumat pagi dan menggunakan paspor diplomatik Filipina. Namun setibanya di bandara Hong Kong, dia dibawa ke ruang imigrasi, di mana dia ditahan selama lebih dari tiga jam.

Pengacara Del Rosario, Anne Marie Corominas mengatakan, klien pada akhirnya dibebaskan dan langsung diterbangkan kembali ke Filipina, tanpa sempat menjejakkan kaki di Hong Kong.

"Dia dikeluarkan dan dideportasi. Dia sudah dalam penerbangan dan akan mendarat di Manila, pada Jumat malam," kata Corominas kepada AFP.

Baca juga: Buntut Protes UU Ekstradisi, Pemimpin Hong Kong Kembali Minta Maaf

Dia menambahkan, pihak berwenang tidak memberikan alasan maupun penjelasan mengapa kliennya disangkal memasuki Hong Kong.

Otoritas China belum memberikan penjelasan, namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Lu Kang menyampaikan kepada wartawan, pemerintah China memiliki kewenangan untuk menolak maupun mengizinkan individu mana pun memasuki wilayah negaranya.

"Siapa yang diizinkan atau yang tidak diizinkan memasuki wilayah negara sepenuhnya adalah kedaulatan China," ujarnya.

Sementara pakar melihat tindakan yang dilakukan Beijing terhadap Del Rosario merupakan tindakan balasan atas serangan yang dilakukan mantan menteri itu terhadap klaim yang diperebutkan China dengan Filipina atas wilayah di Laut China Selatan.

Del Rosario merupakan sosok di belakang dua inisiatif hukum terhadap China, salah satunya pada kasus tahun 2013 di pengadilan internasional yang akhirnya diputuskan melawan klaim Beijing atas sebagian besar jalur perairan yang kaya sumber daya di Laut China Selatan.

Baca juga: China Dukung Hong Kong Tunda Amandemen UU Ekstradisi

Pada Maret lalu, Del Rosario juga mengajukan keluhan terhadap Presiden Xi Jinping ke Pengadilan Kriminal Internasional, yang menuduh tindak kejahatan terhadap kemanusiaan atas dugaan dampak lingkungan dari kegiatan Beijing di perairan yang disengketakan.

Meskipin Hong Kong telah dikembalikan dari Inggris kepada pemerintah China pada 1997, namun hingga kini wilayah itu masih dijalankan oleh pemerintahan yang terpisah, di bawah pengaturan yang dikenal dengan "satu negara, dua sistem".



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X