Di Iran, Wanita yang Buka Hijab Bakal Dilaporkan ke Polisi via SMS

Kompas.com - 11/06/2019, 22:50 WIB
Seorang wanita mengangkat tangannya di tengah kepulan gas air mata saat mengikuti aksi demo di Universitas Teheran, Ibu Kota Teheran, Sabtu (30/12/2017). Unjuk rasa anti-pemerintahan Presiden Hassan Rouhani di Iran berlangsung hampir sepekan, memakan korban tewas hingga puluhan orang dan ratusan orang ditangkap pihak keamanan. AFP PHOTO/STRSeorang wanita mengangkat tangannya di tengah kepulan gas air mata saat mengikuti aksi demo di Universitas Teheran, Ibu Kota Teheran, Sabtu (30/12/2017). Unjuk rasa anti-pemerintahan Presiden Hassan Rouhani di Iran berlangsung hampir sepekan, memakan korban tewas hingga puluhan orang dan ratusan orang ditangkap pihak keamanan.

TEHERAN, KOMPAS.com - Pemerintah Iran dilaporkan tengah menciptakan layanan pesan teks ( SMS) yang bisa dipakai warganya untuk melaporkan jika terjadi "kejahatan moral" di daerahnya.

Berdasarkan pemberitaan media lokal, layanan itu diberikan kepada warga Teheran untuk melaporkan "kejahatan terhadap moralitas dan kesucian tempat publik".

Dikutip The Independent Selasa (11/6/2019), polisi di Teheran bakal berujar warga bisa menjatuhkan uang receh ke orang yang mereka anggap sebagai pelanggar aturan itu.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Ampuni 691 Narapidana saat Idul Fitri

Juru bicara pengadilan Iran Mohammad Mehdi Haj-Mohammadi, warga ingin melaporkan mereka yang melakukan pelanggaran norma. Namun, mereka tak tahu caranya.

"Karena itu, kami memutuskan untuk mempercepat penanganan terhadap penerapan undang-undang amoral publik," kata Mohammadi kepada kantor berita Mizan.

Nantinya, layanan itu bisa dipakai melaporkan wanita yang melepaskan hijab di kendaraannya, mengundang lawan jenis di pesta, meminum alkohol, hingga mengunggah foto "asusila" di media sosial.

Istilah "warga" merujuk kepada sekelompok kecil namun vokal yang menjadi pendukung garis keras rezim saat ini, dan kerap menerima berbagai manfaat dari penempatan universitas hingga diskon.

Layanan SMS itu dilaporkan bakal diperkenalkan pada akhir pekan dengan dugaan otoritas saat ini berusaha untuk membungkam setiap lawan domestiknya.

Iran mulai mengalami situasi tak terduga sejak Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi. Pemerintah takut akan kekacauan publik jika ekonomi tengah lesu.

Mahsa Alimardani, peneliti dari Iranian Internet menuturkan, kebijakan baru itu bisa melanggar perlindungan pribadi yang dijamin dalam konstitusi.

Dia memprediksi aturan itu tak bakal ditanggapi mayoritas masyarakat. "Saya asumsikan mungkin bakal ada yang terlibat. Namun banyak juga yang tak ingin masuk kekonyolan ini," terangnya.

Pada Sabtu pekan lalu (8/6/2019), polisi Iran juga menutup 547 restoran serta kafe setelah dituduh gagal menjalankan "aturan Islam" seperti menyetel musik "ilegal".

Selain itu, kepolisian juga mengumumkan bakal mempekerjakan 2,000 polisi perempuan di Provinsi Gilan untuk menangkal wanita yang memutuskan tak mengenakan hijab.

Baca juga: Perempuan Iran Pemrotes Aturan Hijab Dibebaskan dari Penjara

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Internasional
Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Internasional
Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Internasional
Dilecehkan 2 'Suami' di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Dilecehkan 2 "Suami" di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Internasional
Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Internasional
Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Internasional
Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Internasional
Australia Bersiap untuk 'Bencana' Kebakaran Hutan

Australia Bersiap untuk "Bencana" Kebakaran Hutan

Internasional
Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Internasional
Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Internasional
Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

Internasional
Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Internasional
Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Internasional
Meski Masih Hidup, Wanita Ini Dinyatakan Sudah Meninggal

Meski Masih Hidup, Wanita Ini Dinyatakan Sudah Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X