Perempuan Iran Pemrotes Aturan Hijab Dibebaskan dari Penjara

Kompas.com - 28/05/2019, 23:48 WIB
Seorang perempuan tak dikenal melakukan protes menentang peraturan pemakaian hijab. (Twitter/@MaajidNawaz via The Guardian_ Seorang perempuan tak dikenal melakukan protes menentang peraturan pemakaian hijab. (Twitter/@MaajidNawaz via The Guardian_

TEHERAN, KOMPAS.com - Seorang perempuan Iran yang dihukum satu tahun penjara karena memprotes aturan berpakaian Islami di negara itu kini telah dibebaskan lebih awal.

Disampai pihak pengacara, Vida Movahedi dibebaskan pada Minggu (26/5/2019) malam oleh otoritas penjara.

"Vida Movahedi dipanggil oleh otoritas penjara pada Minggu (26/5/2019) malam dan diberi tahu bahwa hukumannya telah diringankan dan dikombinasikan dengan sejumlah cuti sehingga dia kini bebas untuk pergi," kata Payam Derafshan, pengacara perempuan Iran tersebut, Selasa (28/5/2019).

Movahedi, yang berusia sekitar 20-an tahun, ditangkap pada Oktober tahun lalu setelah kedapatan melepas hijabnya di Lapangan Enghelab di Teheran.


Baca juga: Protes Aturan Hijab, Perempuan Iran Dipenjara Satu Tahun

Perempuan itu dituduh telah mendorong perbuatan buruk dan penyelewengan. Dia dihukum oleh pengadilan di Teheran dengan putusan 12 bulan penjara pada 2 Maret lalu.

Dilansir AFP, pihak pengacara mengatakan Movahedi telah menyatakan pertidaksetujuannya terhadap aturan kewajiban berhijab dan menegaskan bahwa dia ingin mengungkapkan pendapatnya dalam "protes sipil".

Sebelumnya Movahedi juga pernah melakukan protes serupa pada Desember 2017. Dia berdiri di sebuah pilar di Lapangan Enghelab tanpa mengenakan hijab.

Dia mengangkat kain kerudungnya yang diikatkan pada sebuah tongkat. Tindakannya itu kemudian menginspirasi perempuan lainnya di Iran untuk melakukan perbuatan serupa.

Para perempuan itu segera mendapat julukan sebagai "Dokhtaran-e enghelab", atau Girls of Revolution Street, yang berari para perempuan revolusi jalanan.

Seperti perempuan lain yang meniru dirinya, Movahedi ditangkap, tetapi dia hanya dijatuhi sanksi denda atas aksi protes pertamanya.

Di bawah aturan berpakaian Islami di Iran, perempuan hanya diperbolehkan menunjukkan wajah, telapak tangan, dan telapak kaki mereka di depan umum. Pakaian yang dikenakan juga diharuskan hanya warna-warna sederhana dan tidak mencolok.

Baca juga: Protes Aturan Hijab, Perempuan di Iran Ditangkap

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X