Protes Aturan Hijab, Perempuan Iran Dipenjara Satu Tahun

Kompas.com - 15/04/2019, 20:10 WIB
Seorang perempuan tak dikenal melakukan protes menentang peraturan pemakaian hijab. (Twitter/@MaajidNawaz via The Guardian_ Seorang perempuan tak dikenal melakukan protes menentang peraturan pemakaian hijab. (Twitter/@MaajidNawaz via The Guardian_

TEHERAN, KOMPAS.com - Seorang perempuan yang beraksi melepaskan kerudung di depan umum untuk memprotes aturan wajib mengenakan jilbab di Iran telah dijatuhi hukuman satu tahun penjara.

Demikian pernyataan sang pengacara, Payam Derafshan, pada Minggu (14/4/2019), seperti diwartakan kantor berita AFP.

Vida Movahedi ditangkap pada Oktober lalu setelah melepaskan jilbabnya dari kepalanya di Lapangan Enghelab di Teheran.

Baca juga: Protes kepada AS, Politisi Iran Pakai Seragam Garda Revolusi

Movahedi yang berusia sekitar 20-an tahun itu dituduh beraksi untuk mendorong korupsi dan pesta pora. Derafshan mengatakan, kliennya dijatuhi hukuman oleh pengadilan di Teheran pada 2 Maret lalu.

Sebelumnya, Movahedi pernah berdiri di atas sebuah kotak pilar di Enghelab Avenue tanpa mengenakan hijabnya pada Desember 2017.

Dia mengangkat kerudung putih dengan mengikatnya pada tongkat, sebuah tindakan yang kemudian ditiru oleh perempuan di berbagai kota.

Enghela merupakan wilayah dengan nama yang berarti revolusi di Persia. Alun-alun dan jalannya adalah salah satu daerah tersibuk di ibu kota Iran.

Langkah Movahedi memicu protes serupa oleh perempuan lain, termasuk beberapa di tempat yang sama.

Para perempuan itu segera mendapat julukan sebagai "Dokhtaran-e enghelab", atau Girls of Revolution Street.

Seperti perempuan lain yang meniru, Movahedi ditangkap, tetapi dia hanya mendapatkan denda atas aksi protes pertamanya.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X