Pemimpin Tertinggi Iran Ampuni 691 Narapidana saat Idul Fitri

Kompas.com - 09/06/2019, 23:23 WIB
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. AFPPemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

TEHERAN, KOMPAS.com - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memberikan pengampunan terhadap ratusan narapidana.

Pemberian pengampunan kepada narapidana tersebut dilakukan pada akhir bulan Ramadhan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Dilansir AFP, secara total ada sebanyak 691 narapidana yang mendapat pengampunan dari pemimpin tertinggi Iran, yang berdampak pada pengurangan masa tahanan maupun penangguhan hukuman dan pembebasan.

Demikian diberitakan situs berita pengadilan Iran, Mizan Online, Minggu (9/6/2019). Akan tetapi, tidak dijelaskan secara rinci berapa banyak narapidana yang mendapat pengurangan hukuman dan berapa yang langsung dibebaskan.


Baca juga: Rayakan Idul Fitri, Presiden Afghanistan Janji Bebaskan 887 Narapidana

Di antara daftar narapidana yang memperoleh pengampunan dari pemimpin tertinggi itu, tidak ada nama warga negara Lebanon yang diharapkan Beirut turut dibebaskan.

Hal tersebut setelah pemerintah Lebanon, pada pekan lalu, mengajukan permohonan pengampunan terhadap warganya yang dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena kasus spionase.

Kementerian Luar Negeri Lebanon, dikutip kantor berita NNA, mengatakan bahwa Nizar Zakka, diharapkan termasuk dalam narapidana yang mendapat pengampunan dalam rangka Idul Fitri oleh pemerintah Iran.

"Namun pada kenyataannya, nama Zakka tidak tercantum dalam daftar narapidana yang diampuni," kata juru bicara pengadilan Iran, Gholam Hossein Ismael.

"Individu itu telah dijatuhi hukuman dan Presiden Lebanon dalam suratnya kepada pejabat pengadilan, mengajukan pengampunan bersyarat," ujarnya dikutip Mizan Online.

"Pengajuan tersebut telah diproses pengadilan dan jika ada keputusan yang diambil oleh aparat pengadlan, informasi akan diberikan," tambah pernyataan itu.

Zakka yang berusia 50-an tahun disebut menjadi warga AS dan dia ditangkap pada September 2015 silam saat berkunjung ke Iran.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Internasional
Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X