Terkait "Hate Speech", Polisi Jerman Lakukan Penggerebekan di 13 Negara Bagian

Kompas.com - 07/06/2019, 12:53 WIB
Polisi Jerman. ThinkstockPolisi Jerman.

BERLIN, KOMPAS.com - Polisi Federal Jerman melakukan penggeladahan di 13 negara bagian atas kejahatan ujaran kebencian.

Di Jerman, ada aturan ketat yang tentang ujaran kebencian atau hate speech, dan penggunaan simbol-simbol terlarang.

Puluhan penggerebekan digelar pada Kamis (6/6/2019) sebagai bagian dari penyidikan ujaran kebencian lewat internet.

Dinas Kriminal Federal Bundeskriminalamt (BKA) mengatakan, mereka menggeledah puluhan rumah di 13 negara bagian dalam suatu operasi terkoordinasi.

Baca juga: Bagaimana Bangsa Jerman dan Rusia Memandang D-Day?

Salah satu operasi terbesar terjadi di kota barat Koblenz, di mana apartemen 12 tersangka digeledah sehubungan dengan dua akun grup di media sosial Facebook yang dikelola kelompok ekstrem kanan.

Penggerebekan dan penggeledahan itu merupakan satu dari 38 operasi penindakan kriminalitas yang dilakukan secara serentak.

Penyidikan sejak lama

Antara Desember 2017 hingga April 2018, polisi mendapat laporan dan memulai penyidikan pelanggaran UU Anti Ujaran Kebencian.

Salah satu akun di Facebook misalnya memuat komentar bahwa pemohon suaka politik atau pengungsi yang ingin mendatangkan keluarganya ke Jerman semua harus dibunuh dengan gas beracun.

Para tersangka juga diyakini secara terbuka menyerukan anggota untuk melakukan tindakan kejahatan dan menghasut kebencian rasial dan agama.

Mereka juga menganjurkan penggunaan simbol-simbol yang dilarang di Jerman, yaitu terkit dengan Nazi dan Adolf Hitler.

BKA menyatakan, salah satu administrator dari grup Facebook itu juga merupakan anggota terkemuka dari partai ultra kanan AfD di negara bagian Rheinlad Pfalz.

Administrator lainnya tinggal di Bayern, Bremen, Hessen, Mecklenburg-Vorpommern, Niedersachsen.

Kelompok ekstrem kanan

Ke-12 tersangka berusia antara 45 sampai 68 tahun dan diyakini mengelola grup "Die Patrioten" (Para Patriot), dan "Unser Deutschland patriotisch & frei" (Jerman kami patriotik dan bebas)."

Jerman punya aturan cukup ketat tentang ujaran kebencian di dunia maya.

Baca juga: Kanselir Jerman Ajak Lulusan Harvard Runtuhkan Tembok-tembok

Yang bertanggung jawab atas ujaran kebencian untuk akun grup di Facebook misalnya bukan hanya penulis unggahan, melainkan juga administrator atau moderator grup.

Jika menggunggah ujaran kebencian tidak dihapus dalam batas waktu tertentu, maka bisa dikenakan sanksi hukum.

Menurut BKA, pada 2017 ada 2270 kasus kriminal ujaran kebencian. Pada 2018, angka itu turun menjadi 1472 kasus. Sebanyak 75 persen muatan ujaran kebencian berasal dari kelompok-kelompok ekstrem kanan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X