Kompas.com - 03/06/2019, 12:27 WIB

ERBIL, KOMPAS.com - Seorang anggota senior Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menjadi sosok kunci perburuan otoritas terhadap pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi.

Nisrine Assad Ibrahim, dikenal juga sebagai Umm Sayyaf, membantu Dinas Intelijen Pusat AS (CIA) dan pasukan Kurdi dalam melacak jejak persembunyian Baghdadi.

Diwartakan Daily Mirror Minggu (2/6/2019), Umm Sayyaf diyakini memberikan lokasi persembunyian Baghdadi di Mosul, kota di mana Baghdadi mendeklarasikan "kekhalifahan" ISIS.

Baca juga: Koalisi Pimpinan AS Klaim Warga Sipil Korban Serangan Udara Melawan ISIS Hanya 1.300 Orang

Kepada penyelidik, Umm Sayyaf memprediksi Baghdadi kemungkinan bersembunyi di Qaim atau Bukamal karena dia merasa bakal aman di Irak daripada Suriah.

Pakar pertahanan mengemukakan, Umm Sayyaf berhubungan dengan pejabat AS dan memberitahukan nama, lokasi, dan detil percakapan di antara para petinggi ISIS.

Kabar itu dibenarkan oleh Umm Sayyaf dalam wawancara dengan The Guardian. Penampilan perdananya sejak ditangkap empat tahun silam oleh Delta Force.di Suriah.

Dia mengisahkan pada 2016, dia sempat menyebut ada sebuah rumah di Mosul di mana Baghdadi diyakini bersembunyi. Namun menurut sumber Kurdi, komandan AS tak meminta serangan udara.

Alasannya saat itu selain langit Irak tengah penuh aktivitas pada malam itu, dia juga takut jika serangan itu mengenai warga sipil demi membuktikan keberadaan Baghdadi.

"Saya tahu dia bakal berada di rumah itu. Sebab, rumah itu adalah salah satu lokasi persembunyian yang disediakan baginya, dan dia juga menyukainya," terangnya.

Keyakinan akan informasi Umm Sayyaf terjadi karena dia merupakan istri Fathi Ben Awn Ben Jildi Murad al-Tunis, atau dikenal juga sebagai Abu Sayyaf.

Sayyaf merupakan rekan karib Baghdadi sekaligus penyandang dana ISIS. Status itu membuat Umm Sayyaf mengaku mempunyai akses untuk dengan bertemu Baghdadi.

Dia mengaku pernah hadir ketika Baghdadi merekam audio propaganda di rumah mereka. Baghdadi, kata Sayyaf, sering merekamnya di ruang tamu di rumah mereka di Taji.

Baca juga: Baghdadi Muncul Kembali dalam Video Propaganda setelah 5 Tahun, Ini Tanggapan AS

"Suami saya saat itu merupakan kepala media ISIS. Jadi Baghdadi sering mengunjungi kami," kata perempuan 29 tahun yang disebut sebagai pengelola jaringan budak seks ISIS.

Ketika pertama kali ditangkap dalam penyerbuan 2015, perempuan yang dijatuhi hukuman mati di Erbil, Irak itu menolak buka mulut, dan baru melakukannya pada awal 2016.

Pejabat intelijen Kurdi mengatakan, keterangan Umm Sayyaf memberikan mereka gambaran utuh mengenai struktur keluarga Baghdadi dan orang-orang yang penting baginya.

"Dia mengidentifikasi banyak orang dan tanggung jawab mereka. Kami memahami tentang perang istri bagi petinggi ISIS, dan itu sangat berguna bagi kami," katanya.

Meski kolaborator yang baik, status hukuman matinya tak akan berubah. Apalagi dia dianggap bertanggung jawab atas kematian tawanan AS Kayla Mueller.

Pengacara HAM Amal Clooney meminta Umm Sayyaf dipindahkan ke AS untuk menghadapi tuntutan kejahatan Umm Sayyaf terhadap Mueller dan perempuan minoritas Yazidi.

Baca juga: Pemimpin ISIS Kembali Muncul untuk Pertama Kalinya dalam 5 Tahun

Kepada Dewan Keamanan PBB April lalu, istri aktor George Clooney itu menuturkan perempuan Yazidi mengalami kekerasan seksual dengan diperkosa anggota ISIS.

Amal mengungkapkan Umm Sayyaf tidak menunjukkan solidaritas kepada korban. Umm Sayyaf disebut mengunci korban di kamar dan membiarkan penganiayaan terhadap mereka.

"Dia memberikan makeup kepada para korban sebelum 'mempersiapkan' mereka untuk diperkosa. Karena itu, saya meminta dia dipindahkan ke AS untuk menghadapi kejahatannya," tegas Amal.

Mueller dilaporkan meninggal di Raqqa pada Februari 2015. Namun, Umm Sayyaf membantah tuduhan tersebut dan mengatakan perbuatan Baghdadi tak ada kaitannya dengan dia.

Baca juga: Inggris Kerahkan Pasukan SAS untuk Buru Pemimpin ISIS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.