Kompas.com - 30/05/2019, 11:49 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Inggris dilaporkan mengerahkan pasukan khususnya, SAS, untuk memburu Pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Abu Bakar al-Baghdadi.

Bergabung dengan pasukan khusus Amerika Serikat (AS), SAS memburu Baghdadi sejak serangan bom bunuh diri di gereja dan hotel Sri Lanka pada 21 April lalu.

Diwartakan Daily Mirror Rabu (29/5/2019), ledakan bom di tiga gereja dan tiga hotel mewah itu membunuh sekitar 253 orang, termasuk di antaranya delapan warga Inggris.

Baca juga: Pemimpin ISIS Kembali Muncul untuk Pertama Kalinya dalam 5 Tahun

Mantan penasihat pemerintah Inggris untuk terorisme Kolonel Richard Kemp berkata, Baghdadi merupakan salah satu pria yang paling jahat dalam sejarah.

"Dia menginspirasi pengikutnya di Timur Tengah maupun seluruh dunia untuk melakukan perbuatan barbar yang lazim di abad pertengahan," terang dia.

Dia mengaku takut jika jaringan Baghdadi bisa menyebarkan teror lebih banyak di dunia Barat. Terutama di Inggris. Kemp mencontohkan serangan di Manchester Arena pada 2017.

"Kami harus segera mencegah pesan beracunnya untuk menyerukan kekerasan dunia, termasuk kekejaman di Inggris seperti Manchester," beber Kemp kembali.

Teroris yang pernah menguasai sebagian Irak serta Suriah serta membuat dunia khawatir itu dilaporkan diburu dengan uang hadiah yang ditawarkan 20 juta dollar AS, atau Rp 287,6 miliar.

Akhir April lalu, Baghdadi muncul dalam sebuah rekaman video berdurasi 18 menit, dan menjadi penampilan perdana Baghdadi dalam lima tahun terakhir.

Dengan senapan serbu AK-47 diletakkan di samping kanannya, Baghdadi juga memuji serangan bom Sri Lanka yang disebut dilakukan oleh keluarga kaya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.