Koalisi Pimpinan AS Klaim Warga Sipil Korban Serangan Udara Melawan ISIS "Hanya" 1.300 Orang

Kompas.com - 31/05/2019, 18:31 WIB
Asap mengepul di dekat stadion di kota Raqqa, Suriah utara, di mana pasukan ISIS bersembunyi setelah serangan udara kolaisi AS menghancurkan kawasan itu pada Kamis (12/10/2017) Reuters via Egypt TodayAsap mengepul di dekat stadion di kota Raqqa, Suriah utara, di mana pasukan ISIS bersembunyi setelah serangan udara kolaisi AS menghancurkan kawasan itu pada Kamis (12/10/2017)

LONDON, KOMPAS.com - Koalisi yang dipimpin AS mengklaim pihaknya telah secara tidak sengaja menewaskan sekitar 1.300 warga sipil dalam serangan udara melawan kelompok teroris ISIS di Irak dan Suriah sejak 2014.

Angka jumlah yang diklaim koalisi itu jauh lebih rendah dengan angka yang diberikan oleh organisas-organisasi pemantau konflik kedua negara.

"Koalisi telah melancarkan sebanyak 34.502 serangan udara antara Agustus 2014 hingga akhir April 2019," kata pernyataan koalisi yang dipimpin AS, Jumat (31/5/2019).

"Selama periode tersebut, diperkirakan sekitar 1.302 warga sipil telah tewas secara tidak sengaja oleh serangan koalisi," lanjut pernyataan koalisi.

Baca juga: Serangan Udara AS Tak Sengaja Bunuh 17 Polisi Afghanistan

Koalisi menambahkan, pihaknya masih menaksir 111 klaim kematian warga sipil tambahan dan siap menerima tuduhan atau bukti baru untuk ditinjau.

Koalisi juga telah berulang kali menegaskan bahwa mereka melakukan apa yang bisa dilakukan untuk menghindari kematian warga sipil.

Sementara itu menurut Airwars, sebuah perusahaan nirlaba yang berbasis di London, Inggris, memperkirakan ada lebih dari 7.900 warga sipil yang tewas akibat serangan yang dilancarkan koalisi, jumlah yang jauh melebihi pengakuan koalisi.

Airwars merupakan perusahaan yang bekerja untuk melacak dan mencatat perang udara internasional melawan ISIS dan kelompok teroris lainnya di Irak, Suriah, dan Libya.

Lembaga itu juga menilai dan menindaklanjuti dugaan yang dapat dipercaya tentang korban sipil dari serangan udara koalisi pimpinan AS maupun Rusia.

Sedangkan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, yang berbasis di Inggris, menyebut jumlah korban warga sipil akibat serangan udara oleh koalisi pimpinan AS di Suriah mencapai 3.800 orang.

Kelompok teroris ISIS sempat menguasai sejumlah besar wilayah di Irak dan Suriah pada 2014, serta menyatakan kekhalifahan mereka di daerah tersebut.

Namun serangan yang dilancarkan pasukan koalisi pimpinan AS telah berhasil menggerogoti kekhalifahan itu hingga akhirnya dinyatakan hilang pada 23 Maret lalu.

Baca juga: Gadis Usia 2 Tahun di Suriah Kehilangan Seluruh Keluarganya Akibat Serangan Udara Rusia



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X