Polisi Perancis Buru Pelaku Serangan Bom di Lyon

Kompas.com - 25/05/2019, 22:09 WIB
Polisi Perancis mencari barang bukti di depan toko roti Brioche doree setelah ledakan yang dicurigai sebagai paket bom di sepanjang pedestrian di jantung kota Lyon, Perancis, Jumat (24/5/2019). (AFP/PHILIPPE DESMAZES) PHILIPPE DESMAZESPolisi Perancis mencari barang bukti di depan toko roti Brioche doree setelah ledakan yang dicurigai sebagai paket bom di sepanjang pedestrian di jantung kota Lyon, Perancis, Jumat (24/5/2019). (AFP/PHILIPPE DESMAZES)

LYON, KOMPAS.com - Polisi Perancis memburu tersangka serangan bom yang mengguncang kota Lyon pada Jumat (25/5/2019).

Melansir CNN, Jaksa Remy Heitz mengatakan sejauh ini belum ada kelompok atau individu yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Pihak berwenang telah membuka penyelidikan atas konspirasi teroris beberapa jam setelah ledakan di area pusat perbelanjaan.

Baca juga: Terjadi Ledakan Bom di Perancis, 13 Orang Terluka

Sebanyak 13 orang terluka dalam serangan itu, termasuk anak berusia 10 tahun yang kini dirawat di rumah sakit.

Heitz mengatakan, 90 penyelidik dari polisi dan 30 ahli sedang menangani kasus ini.

Sementara itu, rekaman CCTV menunjukkan tersangka menjatuhkan tas bungkus kertas di depan toko roti Brioche Doree di Victor Hugo Street, sebelum meninggalkan jalan tersebu pada pukul 17.27 waktu setempat.

Di dekat lokasi ledakan, polisi menemukan sekrup kecil, bantalan bola logam, 7 baterai, pemicu jarak jauh, dan plastik putih.

Temuan tersebut kemungkinan menjadi bagian dari perangkat peledak. Tersangka menutupi wajahnya dengan topi dan kaca mata hitam.

Presiden Perancis Emmanuel Macron segera bereaksi dengan menyebut ledakan di area pejalan kaki itu sebagai serangan.

"Bukan bagi saya untuk memaparkan total jumlah korban, namun tampaknya tidak ada korban jiwa," katanya, seperti dikutip dari AFP.

"Ada yang cedera. Jadi jelas, saya memikirkan orang-orang terluka ini dan keluarga mereka," ucapnya.

Baca juga: Dorong Warganya Punya Bayi, Wali Kota di Perancis Ini Janjikan Viagra Gratis

Perancis telah menghadapi serangkaian serangan dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa dari teror itu memakan korban jiwa, yang dilakukan oleh teroris hingga individu dengan kondisi mental tidak stabil.

Serangan di Pasar Natal, Strasbough, pada 11 Desember lalu menewaskan lima ornag.

Tersangka bernama Cherif Chekat ditembak oleh polisi. Pria tersebut sebelumnya telah berjanji setia kepada kelompok ISIS.



Sumber CNN,AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X