Dua Harimau Mati, Pemilik Kebun Binatang di Kanada Ditahan

Kompas.com - 22/05/2019, 13:02 WIB
Ilustrasi harimau VIA Indianexpress Ilustrasi harimau

OTTAWA, KOMPAS.com - Pemilik kebun binatang di Kanada ditahan atas tuduhan menelantarkan hewan, menyusul dua ekor harimau koleksi kebun binatang tersebut yang ditemukan mati.

Norman Trahan, pemilik Kebun Binatang Saint-Edouard, dituduh melakukan kekejaman dan penelantaran terhadap hewan, usai dua harimau ditemukan mati di kebun binatangnya.

Apabila terbukti bersalah atas kematian dua ekor harimau tersebut, Trahan dapat dikenai ancaman hukuman lima tahun penjara ditambah larangan memelihara hewan seumur hidup.

Selain menahan pemilik kebun binatang, lebih dari 100 ekor hewan koleksi kebun binatang di Saint-Edouard-de-Maskinonge, sekitar 120 kilometer arah timur laut Montreal, telah disita.


Hewan yang diamankan mulai dari singa, zebra, kanguru, hingga beruang.

Baca juga: Curi Lemur dari Kebun Binatang, Pria AS Didenda Rp 1,4 Miliar

Lembaga Pencegahan Kekejaman terhadap Satwa (SPCA) setempat bersama tim dokter hewan telah bekerja sepanjang hari untuk mendata dan memeriksa kesehatan seluruh binatang di kebun binatang itu.

"Mengingat besaran dan kerumitan upaya ini, operasi ini bisa berlangsung selama beberapa minggu dan akan menggandeng mitra dari Humane Society International."

"Mereka adalah organisasi yang mengkhususkan diri dalam operasi penyelamatan hewan massal," ujar Sophie Gaillard, penanggung jawab operasi, dalam konferensi pers, Selasa (21/5/2019).

"Sepengetahuan kami, ini adalah kali pertama di Kanada, seorang pemilik kebun binatang dituduh melakukan kejahatan kekejaman terhadap hewan," tambahnya.

Hewan-hewan liar dan eksotis yang disita nantinya akan dipindahkan ke tempat-tempat perlindungan dan fasilitas perawatan khusus yang ada di Amerika Utara.

Dalam pernyataannya, SPCA Kanada mengatakan pihaknya telah mulai menyelidiki kebun binatang tersebut setelah menerima informasi dari pengunjung tentang adanya perlakuan buruk terhadap hewan pada Agustus 2018.

Petugas perlindungan hewan mulai mendokumentasikan "masalah signifikan" dengan kondisi kesehatan dan kehidupan hewan.

Pada awalnya penyitaan dilakukan terhadap dua alpaka dalam kondisi yang sangat buruk, sambil juga menemukan sisa-sisa empat hewan lainnya, termasuk harimau, di kebun binatang itu.

Baca juga: Pengunjung Kebun Binatang di China Diduga Beri Makan Jerapah dengan Uang Kertas

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X