Pengunjung Kebun Binatang di China Diduga Beri Makan Jerapah dengan Uang Kertas

Kompas.com - 17/04/2019, 17:51 WIB
Lembaran uang kertas terlihat di dalam kandang jerapah di Taman Margasatwa Yunnan, di China, Selasa (16/4/2019). SCMP / TOUTIAOLembaran uang kertas terlihat di dalam kandang jerapah di Taman Margasatwa Yunnan, di China, Selasa (16/4/2019).

KUNMING, KOMPAS.com - Pengelola sebuah kebun binatang di China barat daya saat ini sedang mencari seorang pengunjung yang diduga telah secara sengaja mencoba memberi makan jerapah dengan uang kertas.

Staf di Taman Margasatwa Yunnan, pada Selasa (16/4/2019), mengaku telah menemukan lembaran uang kertas senilai hampir 10.000 yuan (sekitar Rp 21 juta) di dalam kandang jerapah.

Diduga uang tersebut sengaja dilempar oleh salah seorang pengunjung kebun binatang yang kemudian menghilang di keramaian.

"Beberapa turis senang memberi makan hewan saat mereka mengunjungi kebun binatang, tapi apakah Anda pernah melihat seseorang yang memberi makan hewan dengan renminbi?" tulis pengelola taman margasatwa dalam pemberitahuan yang dirilis di WeChat.

Baca juga: Lucy Si Jerapah Usia 14 Tahun di Singapura Mati Saat Melahirkan

Renminbi merupakan mata uang Republik Rakyat China, yang juga biasa disebut dengan yuan.

Uang kertas itu hampir dimakan oleh jerapah-jerapah itu. Beruntung, staf kebun binatang dapat mengalihkan perhatian hewan berleher panjang itu menggunakan dedaunan, sementara mereka mengumpulkan uang tersebut.

Petugas kebun binatang mengaku mereka mengumpulkan hampir 10.000 yuan, sebagian besar dalam pecahan uang 100 yuan.

Petugas sempat bertanya kepada para pengunjung kebun binatang mengenai insiden tersebut, namun mereka semua menyangkal mengetahui kejadian itu.

Rekaman kamera pengawas menunjukkan bahwa uang itu dilemparkan oknum pengunjung dari titik yang tidak terjangkau pengawasan.

"Hingga kini belum ada pihak yang mengklaim sebagai pemilik uang itu. Polisi juga telah turut membantu kami untuk menemukan pelaku pelemparan uang itu," kata seorang staf kebun binatang dari pusat layanan wisatawan kepada SCMP, Rabu (17/4/2019).

Pihak Taman Margasatwa Yunnan berlokasi di pinggiran ibu kota provinsi Kunming itu juga memperingatkan kepada para pengunjung agar tidak memberikan makanan maupun benda-benda asing kepada hewan-hewan di kebun binatang.

"Memakan makanan yang berbeda yang diberikan oleh pengunjung dan wisatawan dapat mengganggu nutrisi pada hewan dan dampaknya bisa mempengaruhi pertumbuhan bahkan reproduksi hewan-hewan itu."

Baca juga: Pemerintah Kenya: Jerapah Terancam Punah

"Dan jika mereka memakan benda yang tidak bisa dicerna, seperti kantong plastik, mereka bisa mati atau menderita luka yang mengancam hidup mereka," ujar pihak kebun binatang.

Pihak kebun binatang menegaskan mereka tetap akan mengembalikan uang tunai yang mereka kumpulkan dari dalam kandang jerapah kepada pemiliknya apabila dapat ditemukan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber SCMP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Internasional
Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X