Dua Keluarga Korban Jatuhnya Boeing 737 MAX di Etiopia Ajukan Gugatan

Kompas.com - 22/05/2019, 11:49 WIB
Seorang pria membawa puing di lokasi jatuhnya penerbangan Ethiopian Airlines di Bishoftu, sebuah kota sekitar 60 kilometer tenggara Addis Ababa, Etiopia, Minggu (10/3/2019). (AFP/MICHAEL TEWELDE) Seorang pria membawa puing di lokasi jatuhnya penerbangan Ethiopian Airlines di Bishoftu, sebuah kota sekitar 60 kilometer tenggara Addis Ababa, Etiopia, Minggu (10/3/2019). (AFP/MICHAEL TEWELDE)

PARIS, KOMPAS.com - Dua keluarga korban asal Perancis dalam kecelakaan jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines, Maret lalu, mengajukan gugatan terhadap Boeing selaku produsen pesawat.

Kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX yang terbang dari Addis Ababa menuju Nairobi pada 10 Maret lalu, menewaskan seluruh 157 penumpang, termasuk tujuh warga negara Perancis.

Insiden itu terjadi beberapa bulan setelah kecelakaan serupa yang menimpa Boeing 737 MAX milik Lion Air di Indonesia pada bulan Oktober tahun lalu, yang menewaskan 189 orang.

Pengaduan pertama, yang diajukan di Paris oleh keluarga salah satu korban asal Perancis, mengacu pada kecelakaan Lion Air dan menyebut "kegagalan teknis tidak mungkin diabaikan" oleh produsen dan pihak lain yang terlibat dalam pembangunan pesawat.

Pengaduan itu menuduh Boeing, selaku produsen pesawat Boeing 737 MAX, telah melakukan "pembunuhan yang tak disengaja".

Baca juga: CEO Boeing Sebut Kecelakaan Ethiopian Airlines dan Lion Air Karena Pilot Tak Ikuti Prosedur

Para hakim di Perancis telah menyelidiki kecelakaan pesawat itu, seperti yang dilakukan ketika ada warga negara Perancis yang tewas di luar negeri.

Boeing, pada Sabtu (18/5/2019) pekan lalu, telah mengakui tentang adanya kekurangan pada perangkat lunak simulator penerbangan 737 MAX yang digunakan untuk melatih pilot.

Sebelumnya, perangkat lunak anti-stall MCAS telah disebut menjadi penyebab tragedi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.

"Kami tidak menunggu pengakuan Boeing atas adanya kesalahan untuk mencari tanggung jawab pidana produsen," kata Yassine Bouzrou, pengacara keluarga korban, yang menyebut tuntutan telah diajukan sejak bulan April.

"Perilaku sangat serius dari Boeing ini hanya dapat diselesaikan melalui jalan kompensasi," tambah pengacara, tanpa menyebut besaran kompensasi yang diminta.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X