Terungkap, Pilot AS Minta Boeing 737 MAX Dikandangkan Setelah Tragedi Lion Air

Kompas.com - 15/05/2019, 13:05 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Setelah kecelakaan Lion Air yang mematikan pada 29 Oktober 2019, pilot American Airlines menekan eksekutif Boeing untuk mengubah sistem keselamatan pada pesawat Boeing 737 MAX.

Dilaporkan kantor berita AFP, Rabu (15/5/2019), muncul seruan perubahan mengharuskan model pesawat terlaris di dunia itu untuk dikandangkan sementara.

The New York Times dan CBS News memperoleh rekaman audio dari pertemuan pada 27 November 2018 antara serikat pilot American Airlines dan pejabat dari perusahaan Boeing.

Baca juga: Uni Eropa: Boeing 737 Max Tak Diizinkan Terbang hingga Investigasi Rampung

Seperti diketahui, Boeing 737 MAX 8 saat ini dikandangkan di seluruh dunia setelah tragedi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines pada Maret lalu.

Sebanyak 157 orang di pesawat itu tewas seketika. Perhatian dunia pun mengarah pada sistem anti-stall Boeing yang diyakini kemungkinan menjadi penyebab pesawat jatuh.

Dalam pertemuan November 2018, pilot telah khawatir tentang keselamatan model pesawat tersebut setelah Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air jatuh dan menewaskan 189 orang.

"Belum ada yang menyimpulkan satu-satunya penyebab kecelakaan adalah fungsi itu pada pesawat," kata Wakil Presiden Boeing Mike Sinnett dalam pertemuan itu.

"Hal terburuk yang bisa terjadi adalah tragedi seperti ini, dan yang lebih buruk akan terjadi lagi," ujarnya dalam pertemuan yang digelar empat bulan sebelum kecelakaan Ethiopian Airlines.

Sementara itu, para pilot dalam pertemuan merasa tidak cukup mendapat informasi tentang sistem MCAS yang baru di Boeing 737 MAX 8.

"Orang-orang ini bahkan tidak tahu sistem sialan itu ada di pesawat, juga tidak ada orang lain tahu," kata Mike Michaelis, kepala keselamatan untuk serikat pilot.

Setelah kecelakaan Lion Air, Boeing telah mengeluarkan instruksi tambahan kepada pilot jika mereka menghadapi kerusakan MCAS.

Michaelis mengatakan instruksi itu tidak cukup bagi pilot untuk mengetahui cara menangani kerusakan dengan sistem anti-stall.

The New York Times melaporkan, Michaelis meminta eksekutif Boeing pada pertemuan itu untuk mempertimbangkan peningkatan peranti lunak ke 737 MAX 8.

Baca juga: Boeing Akui Mengetahui Ada Masalah di 737 Max Setahun Sebelum Kecelakaan

Peningkatan tersebut mungkin akan mengharuskan pesawat dikandangkan sementara.

Kini, maskapai dan pemerintah di seluruh dunia memerintahkan agar Boeing 737 MAX 8 berhenti terbang setelah kecelakaan maskapai Ethiopian Airlines.

Sementara itu, Boeing telah bekerja memperbaiki perangkat lunak untuk sistem penerbangan.

Perusahaan tersebut berharap segera memperoleh persetujuan dari regulator, tetapi tidak jelas apakah pesawat akan kembali mengudara sebelum akhir liburan musim panas.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X