Kurangi Ketegangan, Irak Bakal Kirim Delegasi ke AS dan Iran

Kompas.com - 22/05/2019, 08:31 WIB
Perdana Menteri Irak Adel Abdel Mahdi. AFP / TOBIAS SCHWARZPerdana Menteri Irak Adel Abdel Mahdi.

BAGHDAD, KOMPAS.com - Pemerintah Irak berencana mengirim delegasi mendesak ke Amerika Serikat dan Iran untuk membantu mengatasi ketegangan yang terus meningkat di antara kedua negara sekutunya.

Disampaikan Perdana Menteri Irak Adel Abdel Mahdi, situasi ketegangan yang berpanjangan berisiko berakhir dengan kebutuan yang dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi Irak, yang berupaya menyeimbangkan hubungan dengan kedua negara.

"Baghdad akan segera mengirimkan delegasinya ke Teheran dan juga Washington untuk mendorong ketenangan," kata Mahdi kepada wartawan, Selasa (21/5/2019).

AS dan Iran telah saling bertukar ancaman perang dalam beberapa hari terakhir. Washington bahkan mengumumkan telah mengirim armada serang angkatan laut dan pesawat pembom ke wilayah Teluk.

Baca juga: AS Perintahkan Staf Diplomatnya di Baghdad dan Ardil Tinggalkan Irak

Washington menyebut pengiriman armada serang tersebut sebagai tanggapan atas "ancaman" Iran, namun hingga kini tidak jelas "ancaman" yang dimaksud.

Pada Minggu (19/5/2019), sebuah roket Katyusha dilaporkan telah ditembakkan ke Zona Hijau di Baghdad, di mana terdapat kantor-kantor pemerintahan, perumahan, dan kedutaan AS di Irak.

Insiden serangan itu terjadi hanya berselang beberapa hari setelah Washington memerintahkan evakuasi staf diplomatnya.

Abdel Mahdi menekankan perlunya menghindari memberi ruangan kepada pihak lain untuk memanasi situasi.

"Kami tidak akan membiarkan Irak menjadi zona perang maupun landasan bagi perang melawan negara mana pun," tambahnya.

"Menenangkan situasi yang ada akan memberi keuntungan baik bagi kepentingan Irak dan rakyatnya, maupun kepentingan wilayah secara umum," ujar Mahdi.

Dikatakan perdana menteri, Irak tidak memiliki pilihan untuk menjauhkan diri dari situasi ketegangan yang terjadi antara Iran dengan AS.

Baghdad juga siap untuk bekerja sama dengan negara-negara Eropa maupun Arab untuk membantu menenangkan situasi di kawasan Teluk.

Ditambahkan seorang pejabat Irak lainnya, Baghdad akan menjadi tempat yang cocok untuk pembicaraan AS dengan Iran.

"Hal tersebut lantara Amerika Serikat menganggap Irak sebagai satu-satunya negara yang dapat menyatukan kedua negara untuk negosiasi," kata pejabat yang meminta tidak disebutkan namanya, kepada AFP.

Baca juga: Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Internasional
Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Internasional
China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

Internasional
Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Internasional
Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Internasional
Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Internasional
Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Internasional
Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Internasional
Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Internasional
Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Internasional
King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

Internasional
Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Internasional
Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Internasional
Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X