Biografi Tokoh Dunia: Cixi, Permaisuri Kontroversial di China

Kompas.com - 21/05/2019, 20:21 WIB
Lukisan yang menggambarkan Permaisuri Cixi ini karya Herbert Vos yang menjadi koleksi Harvard Art Museums. (Britannica) Lukisan yang menggambarkan Permaisuri Cixi ini karya Herbert Vos yang menjadi koleksi Harvard Art Museums. (Britannica)

KOMPAS.com - Salah satu perempuan paling kuat dalam sejaran China adalah Permaisuri Cixi. Setelah menjadi selir berpangkat rendah, dia menjelma sebagai permaisuri yang memerintah di balik tirai.

Selama kekuasaannya, dia memantau sejumlah reformasi ekonomi dan militer. Cixi membantu mengubah China menjadi kekuatan yang lebih modern.

Sebagai seorang janda, dia memerintah sebagai wali untuk putranya yang menjadi kaisar pada usia lima tahun.

Kehidupan awal

Kehidupan permaisuri janda ini diselimuti misteri. Namun, dia tercatat lahir pada 29 November 1835 dari keluarga bangsawan Manchu.

Manchu merupakan etnis minoritas yang berkuasa sejak 1600-an. Keluarganya diyakini sebagaii pegawai pemerintah.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Elizabeth Fry, Sang Malaikat Penjara

Namun, nama kelahirannya tidak didokumentasikan. Nama ayahnya adalah Hsiang dari klan Yehenara, sementara nama ibunya tidak diketahui.

Kebijakan kekaisaran Qing melarang publikasi secara rinci soal kehidupan pribadi.

Cixi juga kemungkinan bisa membaca, menulis, menggambar, dan menjahit. Terlahir sebagai perempuan, pendapatnya tidak berarti banyak bagi para pria.

Pada 1849, dia menjadi salah satu dari 60 calon selir kekaisaran.

Sebagai gadis berusia 16 tahun, dia menjadi selir bagi kaisar China Xianfeng yang baru dinobatkan.

Dipilih sebagai selir berpangkat rendah, Cixi meninggalkan keluarganya untuk tinggal di Kota Terlarang bersama perempuan lainnya.

Potret Cixi sebagai selir. (wikipedia) Potret Cixi sebagai selir. (wikipedia)
Permaisuri tertinggi saat itu adalah Permaisuri Zhen. Cixi melahirkan seorang putra satu-satunya sang kaisar sehingga hubungannya dengan Zhen menjadi dekat.

Kelahiran putra itu membuat Cixi meningkatkan statusnya dan memberinya kunci=kunci kekuasaan.

Mangkatnya sang kaisar

Menghadapi kekacauan di negerinya, Kaisar Xianfeng meninggal dunia pada 1861. Putranya yang berusia lima tahun menjadi ahli waris, Kaisar Tongzhi.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X