Korut Uji Coba Misi Jarak Pendek, Janji Kim Jong Un Tidak Ditepati?

Kompas.com - 05/05/2019, 09:00 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri upacara peletakan karangan bunga di sebuah memorial angkatan laut di Vladivostok, Rusia, Jumat (26/4/2019).ANTARA FOTO/REUTERS/Shamil Zhumatov Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri upacara peletakan karangan bunga di sebuah memorial angkatan laut di Vladivostok, Rusia, Jumat (26/4/2019).

PYONGYANG, KOMPAS.com - Media pemerintah Korea Utara menyatakan Kim Jong Un telah mengawasi uji coba misil jarak pendek dan senjata taktis pada Sabtu (4/5/2019).

Diwartakan kantor berita AFP, Minggu (5/5/2019), selama latihan militer tersebut, Kim Jong Un mendesak pasukannya untuk mengumpulkan kekuatan.

"Kebenaran kuat tentang perdamaian dan keamanan sejati dipastikan dan dijamin hanya dengan kekuatan besar," katanya.

Baca juga: Korsel: Korea Utara Tembakkan Proyektil Jarak Pendek


Koran Rodong Sinmun yang dikelola pemerintah pada Minggu memuat 16 foto terkait uji senjata pada halaman depannya.

Sebuah gambar menunjukkan Kim tampak muram memegang teropongnya di pos pengamatan. Beberapa foto lain menunjukkan proyektil yang ditembakkan ke arah langit.

Laporan Reuters menyebutkan, tujuan latihan tersebut untuk menguji kinerja peluncur roket berkaliber besar dan senjata taktis unit pertahanan.

Klaim tersebut menyiratkan, penembakan terbaru bukanlah rudal balistik jarak jauh yang dianggap ancaman bagi AS.

"Perlu meningkatkan kemampuan tempur untuk mempertahankan kedaultan politik dan ekonomi mandiri," demikian laporan KCNA merujuk pada cara untuk menghadapi ancaman dan invasi.

Proyektil ditembakkan dari kota pesisir timur Wonsan sekitar pukul 09.00, dan meluncur sekitar 70-299 km ke arah timur laut.

Lalu apakah uji coba ini telah menyalahi janji Kim Jong Un menuju denuklirisasi total?

Presiden AS Donald Trump menyatakan, ancaman nuklir Korut berakhir setelah pertemuandengan Kim pada Juni 2018 di Singapura.

Saat itu, Kim berjanji akan berkerja menuju denuklisasi total di semenanjung Korea.

Meski belum sepakat soal makna dari langkah tersebut, Trump bersikeras hubungannya dengan Kim tetap dekat meski pertemuan kedua mereka di Vietnam bubar tanpa kesepakatan atau pernyataan bersama.

Dengan negosiasi yang berjalan lambat, Korut disebut sedang menguji AS sambil tetap berada di bawah ambang batas.

Baca juga: Kim Jong Un Kembali Pakai Limosin Saat di Rusia, Produsen Mobil Jerman Bingung

Para analis menyebut Korut berniat meningkatkan tekanan terhadap AS.

"Kim ingin memastikan dunia tahu, mereka kecewa dengan sikap keras AS tentang denuklirisasi," kata Scott Seaman dari Eurasia Group.

"Korut tidak akan tunduk pada tekanan eksternal," imbuhnya.

Meski peluncuran proyektil itu tidak melanggar moratorium uji coba rudal, Korea Utara menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap pejanjian militer kedua negara pada tahun lalu.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Close Ads X