Korsel: Korea Utara Tembakkan Proyektil Jarak Pendek

Kompas.com - 04/05/2019, 09:50 WIB
Korut menembakkan empat rudal balistik ke Laut Timru atau Laut Jepang. Tiga rudal jatuh di Laut Timur atau Laut Jepang, Senin (6/3/2017). Foto ini adalah foto dokumentasi.
EPA Korut menembakkan empat rudal balistik ke Laut Timru atau Laut Jepang. Tiga rudal jatuh di Laut Timur atau Laut Jepang, Senin (6/3/2017). Foto ini adalah foto dokumentasi.

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara (Korut) dilaporkan telah menembakkan sejumlah proyektil jarak pendek ke laut. Sebuah aksi pertama dalam satu tahun terakhir pada Sabtu (4/5/2019).

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Korsel) dalam pernyataan bersama mengemukakan, Korut menembakkan proyektil itu antara pukul 09.06-09.27 waktu setempat.

" Proyektil itu ditembakkan dari Semenanjung Hodo dekat kota pesisir Wonsan menuju ke arah timur laut," demikian keterangan Kepala Staf Gabungan Korsel dilansir AFP.

Baca juga: Trump Sambut Baik China dan Rusia Bantu Negosiasi Denuklirisasi Korea Utara


Proyektil itu melaju sepanjang 70 sampai 200 kilometer ke arah Laut Timur, dikenal juga sebagai Laut Jepang. Dalam pernyataan awal, Korsel menyebut Korut menembakkan rudal.

Jika keterangan pertama benar, maka terakhir kali Pyongyang melaksanakan uji coba rudal terjadi pada 28 November 2017. Saat itu, Korut meluncurkan rudal balistik antar-benua (ICBM) Hwasong-15.

Uji coba itu terjadi sehari setelah Menteri Luar Negeri Korsel Kang Kyung-wha mengatakan Korut harus menunjukkan sikap "konkret, substansif, dan terlihat" saat denuklirisasi jika ingin sanksi dicabut.

Selain uji coba itu terjadi setelah pertemuan antara Pemimpin Korut Kim Jong Un dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Hanoi, Vietnam.

Pertemuan yang berlangsung Februari lalu itu mengalami kebuntuan setelah kedua kubu tidak sepakat mengenai sanksi yang harus dicabut demi melakukan denuklirisasi.

Awal pekan ini, Wakil Menlu Korut Choe Son Hui memperingatkan Washington bakal mendapat "konsekuensi tak diinginkan" jika tidak mengubah sikapnya dalam mencabut sanksi ekonomi.

Sepanjang 2018, Pyongyang tidak menggelar uji coba senjata nuklir maupun rudal setelah Kim melakukan pertemuan bersejarah dengan Trump dan Presiden Korsel Moon Jae-in.

Analis Korut Ankit Panda memaparkan uji coba itu tidak melanggar moratorium Kim. Sebab, perjanjian itu hanya mencakup rudal balistik antar-benua.

"Secara historis, Korut tidak melaksanakan uji coba senjata apapun selama berada dalam momen pertemuan dengan AS. Pada saat ini pun, tak ada dialog di antara mereka," terang Panda.

Direktur Studi Korea di Center for the National Interest Harry J Kazianis berkata, melalui uji coba itu Kim bermaksud menunjukkan kepada dunia, terutama AS bahwa kemampuan militernya masih kuat.

"Ketakutan saya adalah saat ini kami berada dalam situasi yang mundur ke belakang di mana terjadi ancaman perang nuklir hinaan personal. Kondisi yang harus dihindari," tegas dia.

Baca juga: Korut: Jika Terus Paksakan Kehendak, AS Bakal Hadapi Konsekuensi Tak Diinginkan

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Close Ads X