Kim Jong Un Kembali Pakai Limosin Saat di Rusia, Produsen Mobil Jerman Bingung

Kompas.com - 27/04/2019, 20:49 WIB
Mobil limosin dalam iring-iringan kendaraan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un melewati polisi yang berjaga di sepanjang jalan utama timur-barat Changan di Beijing, China, Senin (9/1/2019). (AFP/Greg Baker) Mobil limosin dalam iring-iringan kendaraan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un melewati polisi yang berjaga di sepanjang jalan utama timur-barat Changan di Beijing, China, Senin (9/1/2019). (AFP/Greg Baker)

STUTTGART, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un baru saja kembali dari kunjungannya ke Rusia, tepatnya ke kota Vladivostok, untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin.

Berangkat dari Pyongyang menggunakan kereta api lapis baja, Kim Jong Un melanjutkan perjalanan dari stasiun menuju lokasi pertemuan menggunakan mobil limosin.

Ini adalah kali ketiga Kim Jong Un terlihat menaiki mobil mewah berukuran panjang itu dalam pertemuannya dengan pemimpin negara lain, setelah sebelumnya juga digunakan dalam dua kali pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump, di Singapura dan Hanoi, Vietnam.

Mobil limosin yang digunakan Kim Jong Un diketahui bermerek Daimler, buatan produsen kendaraan asal Jerman.

Namun fakta bahwa Kim Jong Un menggunakan limosin Daimler membuat produsen kendaraan itu terheran-heran, lantaran mereka mengaku tidak memiliki hubungan bisnis dengan negara Korea Utara dan ada ancaman sanksi dari AS yang mencegah penjualan barang-barang mewah ke negara tertutup itu.

Baca juga: Dicurigai Melanggar Sanksi, PBB Selidiki Koleksi Mobil Mewah Kim Jong Un

"Kami sama sekali tidak tahu bagaimana kendaraan itu bisa dikirim ke Korea Utara," ujar juru bicara Daimler, Silke Mockert, dalam tanggapan tertulis atas laporan Associated Press, Rabu (24/4/2019).

"Bagi Daimler, ekspor produk dengan benar dan sesuai hukum adalah prinsip dasar dari kegiatan kewirausahaan yang bertanggung jawab," lanjutnya, dikutip Fox News.

Selain limosin, Kim Jong Un dilaporkan juga memiliki sejumlah kendaraan mewah, di antaranya Mercedes Maybach S600 Pullman Guard dan Mercedes Maubach S62, yang juga terlihat dalam dua pertemuan puncak dengan AS.

Daimler merupakan salah satu penyedia mobil kelas atas terbesar di dunia. Perusahaan ini telah menjual kendaraan produksi mereka ke seluruh dunia, namun Korea Utara tidak termasuk dalam salah satu pelanggan resminya.

"Perusahaan kami tidak memiliki hubungan bisnis dengan Korea Utara selama lebih dari 15 tahun hingga saat ini dan kami sangat mematuhi aturan Uni Eropa serta embargo AS," lanjut Mockert.

Untuk mencegah pengiriman ke Korea Utara dan ke salah satu kedutaan besarnya di seluruh dunia, Daimler telah menerapkan proses kontrol ekspor yang komprehensif.

"Tapi untuk penjualan kendaraan oleh pihak ketiga, terutama untuk kendaraan bekas, berada di luar kendali dan tanggung jawab kami," ujar juru bicara Daimler.

Baca juga: Kim Jong Un Terlambat 2 Jam Sempat Bikin Petugas Gulung Karpet Merah



Sumber Fox News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X