Kalah di Irak dan Suriah, ISIS Menuju Afghanistan dan Rencanakan Serangan ke AS

Kompas.com - 30/04/2019, 16:20 WIB
Seperti inilah kondisi Baghouz. Desa di timur Suriah sebagai lokasi akhir kekhalifahan Negara Islam Irakdan Suriah (ISIS) yang direbut pada Sabtu pekan lalu (23/3/2019). AFP via Daily MailSeperti inilah kondisi Baghouz. Desa di timur Suriah sebagai lokasi akhir kekhalifahan Negara Islam Irakdan Suriah (ISIS) yang direbut pada Sabtu pekan lalu (23/3/2019).

KABUL, KOMPAS.com - Sisa-sisa anggota kelompok teroris ISIS yang telah terusir dari Irak dan Suriah kini disebut sedang menuju Afghanistan untuk melanjutkan perang dan mempersiapkan serangan yang spektakuler ke AS.

Peringatan itu datang ketika ISIS berupaya menegaskan pengaruh regional setelah hilangnya "kekhalifahan" di Timur Tengah, usai dinyatakan kalah di Irak dan Suriah, sementara Asia Selatan sedang terguncang oleh serangkaian serangan yang menghancurkan.

"Kami tahu beberapa orang telah kembali ke sini dan berusaha mentransfer pengetahuan, keterampilan, dam pengalaman yang mereka pelajari di sana," ujar seorang pejabat senior intelijen AS di Kabul, kepada AFP.

"Jika kita tidak melanjutkan tekanan kontraterorisme terhadap ISIS di Afghanistan, akan ada serangan di Tanah Air kami dan serangan spektakuler, mungkin dalam tahun ini," tambah pejabat itu, yang tidak bersedia diungkapkan identitasnya dengan alasan keamanan.

Baca juga: Perancis Tolak Kepulangan Para Perempuan yang Gabung ISIS di Suriah

Sebuah laporan PBB baru-baru ini menyebut, jumlah anggota ISIS di Afghanistan mencapai sekitar 2.500 hingga 4.000 orang. Jumlah yang sama sempat diungkapkan Pentagon pada dua tahun lalu.

Senator AS Jack Reed, dari Komite Senat Layanan Bersenjata, mengatakan usai kunjungannya ke Afghanistan baru-baru ini, ISIS di Khorasan, atau yang disebut dengan IS-K oleh afiliasi lokal, telah bertumbuh baik dalam jumlah maupun kemampuan.

Pada 2017, Pentagon sempat memperkirakan bahwa IS-K dapat dihapuskan pada tahun itu. Tapu misi NATO di Afghanistan telah meremehkan keuletan kelompok itu.

"Misi NATO di Afghanistan menyadari bahwa ini lebih dari sekadar masalah di Nangarhar selatan dan sebaliknya akan mengambil tindakan lebih untuk mengatasinya," kata pejabat itu, merujuk pada benteng IS-K di Afghanistan timur.

Selama setahun terakhir, jenderal dan tim ahli telah tiba di Kabul untuk membantu Jenderal Scott Miller, jenderal bintang empat yang bertanggung jawab atas pasukan AS dan NATO, untuk menangani IS-K.

Kehadiran IS-K dapat mempersulit tercapainya kesepakatan damai dengan Taliban, yang telah berjanji untuk mencegah teroris menggunakan Afghanistan sebagai suaka untuk merencanakan serangan asing.

Menurut AS, kelompok IS-K bertanggung jawab atas enam serangan berprofil tinggi di Kabul, pada 2016 dan pada 2017 jumlah itu bertambah menjadi 18, kemudian terus bertambah pada 2018 dengan 24.

Baca juga: Kosovo Pulangkan 110 Warganya yang Gabung ISIS di Suriah

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X