Pengikut Dalang Pemboman Sri Lanka Ditahan di India, Mengaku Siapkan Serangan di Kerala

Kompas.com - 30/04/2019, 06:37 WIB
Sekelompok pria yang diyakini merupakan pelaku bom Sri Lanka terlihat di sebuah lokasi yang tidak diketahui dalam gambar yang diambil dari video yang diunggah oleh agensi berita Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) AMAQ, Selasa (23/4/2019), dan diterima oleh Reuters melalui SITE Intel Group. Tengah dilaporkan bernama Zahran Hashim yang disebut sebagai dalang ledakan bom tersebut. ANTARA FOTO/AMAQ via SITE INTEL GROUP/Handout via REUTERS TV/cfoSekelompok pria yang diyakini merupakan pelaku bom Sri Lanka terlihat di sebuah lokasi yang tidak diketahui dalam gambar yang diambil dari video yang diunggah oleh agensi berita Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) AMAQ, Selasa (23/4/2019), dan diterima oleh Reuters melalui SITE Intel Group. Tengah dilaporkan bernama Zahran Hashim yang disebut sebagai dalang ledakan bom tersebut.

DELHI, KOMPAS.com - Seorang pria yang diduga merupakan pengikut dalang pemboman Sri Lanka Zahran Hashim ditahan otoritas berwenang di India.

Pria yang diidentifikasi bernama Riyas A, alias Riyas Aboobacker (29), ditangkap oleh Badan Investigasi Nasional India (NIA), Senin (29/4/2019), dan akan dihadapkan ke pengadilan di India selatan pada Selasa (30/4/2019).

Saat diinterogasi oleh unit anti-terorisme, terdakwa mengungkapkan bahwa dia ingin melakukan serangan di Kerala, India. Demikian disampaikan para penyelidik.

Kepada petugas yang menginterogasi dirinya, tersangka mengungkapkan bahwa dia telah menonton dan mengikuti pidato serta video dari Zahran Hashim selama lebih dari satu tahun.

"Terdakwa mengaku bahwa dia ingin melakukan serangan bunuh diri di Kerala," kata NIA dalam pernyataannya, dikutip AFP.

Baca juga: Polisi Sri Lanka Serbu Markas Besar Terduga Teroris Ledakan Bom

Kerala merupakan negara bagian India di selatan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Zahran Hashim, ulama radikal asal Sri Lanka, diduga sebagai dalang di balik teror serangan bom pada Minggu Paskah di gereja dan hotel di Sri Lanka, yang telah menewaskan hingga 253 orang dan melukai ratusan lainnya.

Sumber militer menyebut Hashim pernah melakukan perjalanan ke negara bagian Tamil Nadi di India, yang berbatasan dengan Kerala dan diyakini telah melakukan kontak dengan pendukung ekstremis Islam di sana.

Hashim juga muncul dalam video yang dirilis media propaganda ISIS, beberapa hari usai serangan di Sri Lanka.

Dalam video tersebut, Hashim tampak memimpin sejumlah orang mengucap janji setia kepada ISIS dan pemimpinnya Abu Bakr al-Baghdadi.

India juga disebut telah memperingatkan Sri Lanka akan kemungkinan terjadinya serangan bom bunuh diri, beberapa minggu sebelum tragedi teror pada Minggu Paskah terjadi.

Dilansir AFP, Riyas ditangkap karena dituduh telah berkonspirasi untuk melakukan aksi terorisme berkaitan dengan kasus 2016 terhadap seorang pria India yang dicari, bersama orang-orang lainnya, karena meninggalkan India untuk bergabung dengan ISIS di luar negeri.

"Riyas juga diduga telah melakukan kontak dengan tersangka dan telah mengikuti salah satu rekaman audionya yang menghasut untuk melakukan serangan teror di India," lanjut pernyataan NIA.

Baca juga: Ada Dugaan Pelaku Ledakan Bom Menyamar Jadi Tentara, Sri Lanka Waspada



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X