Pengikut Dalang Pemboman Sri Lanka Ditahan di India, Mengaku Siapkan Serangan di Kerala

Kompas.com - 30/04/2019, 06:37 WIB

DELHI, KOMPAS.com - Seorang pria yang diduga merupakan pengikut dalang pemboman Sri Lanka Zahran Hashim ditahan otoritas berwenang di India.

Pria yang diidentifikasi bernama Riyas A, alias Riyas Aboobacker (29), ditangkap oleh Badan Investigasi Nasional India (NIA), Senin (29/4/2019), dan akan dihadapkan ke pengadilan di India selatan pada Selasa (30/4/2019).

Saat diinterogasi oleh unit anti-terorisme, terdakwa mengungkapkan bahwa dia ingin melakukan serangan di Kerala, India. Demikian disampaikan para penyelidik.

Kepada petugas yang menginterogasi dirinya, tersangka mengungkapkan bahwa dia telah menonton dan mengikuti pidato serta video dari Zahran Hashim selama lebih dari satu tahun.

"Terdakwa mengaku bahwa dia ingin melakukan serangan bunuh diri di Kerala," kata NIA dalam pernyataannya, dikutip AFP.

Baca juga: Polisi Sri Lanka Serbu Markas Besar Terduga Teroris Ledakan Bom

Kerala merupakan negara bagian India di selatan.

Zahran Hashim, ulama radikal asal Sri Lanka, diduga sebagai dalang di balik teror serangan bom pada Minggu Paskah di gereja dan hotel di Sri Lanka, yang telah menewaskan hingga 253 orang dan melukai ratusan lainnya.

Sumber militer menyebut Hashim pernah melakukan perjalanan ke negara bagian Tamil Nadi di India, yang berbatasan dengan Kerala dan diyakini telah melakukan kontak dengan pendukung ekstremis Islam di sana.

Hashim juga muncul dalam video yang dirilis media propaganda ISIS, beberapa hari usai serangan di Sri Lanka.

Dalam video tersebut, Hashim tampak memimpin sejumlah orang mengucap janji setia kepada ISIS dan pemimpinnya Abu Bakr al-Baghdadi.

India juga disebut telah memperingatkan Sri Lanka akan kemungkinan terjadinya serangan bom bunuh diri, beberapa minggu sebelum tragedi teror pada Minggu Paskah terjadi.

Dilansir AFP, Riyas ditangkap karena dituduh telah berkonspirasi untuk melakukan aksi terorisme berkaitan dengan kasus 2016 terhadap seorang pria India yang dicari, bersama orang-orang lainnya, karena meninggalkan India untuk bergabung dengan ISIS di luar negeri.

"Riyas juga diduga telah melakukan kontak dengan tersangka dan telah mengikuti salah satu rekaman audionya yang menghasut untuk melakukan serangan teror di India," lanjut pernyataan NIA.

Baca juga: Ada Dugaan Pelaku Ledakan Bom Menyamar Jadi Tentara, Sri Lanka Waspada

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.