Kompas.com - 29/04/2019, 15:55 WIB

COLOMBO, KOMPAS.com - Kepolisian Sri Lanka dengan bersenjata lengkap dilaporkan menyerang markas besar ekstremis yang bertanggung jawab atas ledakan bom pekan lalu.

Reuters via The Guardian memberitakan Senin (29/4/2019), polisi menyerang markas National Thawheeth Jamaath (NJT) yang berlokasi di kota Kattakundy.

Baca juga: Kepala Polisi Sri Lanka Ogah Mengundurkan Diri

Mereka menahan satu orang yang ada di tempat itu. Polisi tidak memberikan komentar atas penyerbuan kelompok yang dianggap paling bertanggung jawab dalam serangan 21 April itu.

Sabtu pekan lali (26/4/2019), pemerintah mengumumkan NJT sebagai organisasi terlarang dengan si pemimpin, Zahran Hashim, diyakini sebagai dalang serangan Minggu Paskah.

Polisi menduga serangan bom bunuh diri itu dilakukan lebih dari satu kelompok. Kelompok lain yang disebut adalah Jamathei Millathu Ibrahim (JMI).

Karena itu, Colombo menerjunkan sekitar 10.000 tentara di seluruh wilayah Sri Lanka di tengah upaya pemerintah untuk memburu para pelaku yang masih berkeliaran.

Kepada Reuters, sumber kepolisian mengungkapkan ayah dan saudara Hashim tewas dalam penyerbuan yang dilakukan di Kalmunai pada Jumat pekan lalu (26/4/2019).

Minggu (28/4/2019), Presiden Maithripala Sirisena mengatakan dia menggunakan hukum darurat nasional untuk menjamin dan memulihkan keamanan negara.

Salah satu aturan yang dia umumkan adalah larangan pemakaian burqa atau penutup muka di tempat publik yang secara efektif diterapkan pada Senin ini.

Uskup Agung Colombo Kardinal Malcolm Ranjith menggelar misa secara terbatas yang hanya dihadiri pejabat negara serta imam di kapel kecil dekat kediamannya.

Misa yang disiarkan di televisi itu dihadiri selain dari Presiden Sirisena adalah Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe serta mantan Presiden Mahinda Rajapaksa.

Mayoritas dari 253 korban tewas merupakan warga negara Sri Lanka. Kemudian terdapat 40 warga asing seperti Inggris, Amerika Serikat (AS), Turki, India, hingga China.

Lebih dari 100 orang, termasuk warga negara Mesir dan Suriah, ditahan oleh aparat setelah diduga terlibat dalam insiden bom bunuh diri tersebut.

Baca juga: Ayah dan Saudara Dalang Teror Bom Sri Lanka Meledakkan Diri Saat Diserbu Tentara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.