Ada Dugaan Pelaku Ledakan Bom Menyamar Jadi Tentara, Sri Lanka Waspada

Kompas.com - 29/04/2019, 18:35 WIB
Tentara Sri Lanka melakukan pemeriksaan di sebuah ruas jalan di Kolombo pada Kamis (25/4/2019). Keamanan diperketat di negeri itu menyusul serangkaian ledakan di Minggu Paskah lalu. AFP/JEWEL SAMADTentara Sri Lanka melakukan pemeriksaan di sebuah ruas jalan di Kolombo pada Kamis (25/4/2019). Keamanan diperketat di negeri itu menyusul serangkaian ledakan di Minggu Paskah lalu.

COLOMBO, KOMPAS.com - Keamanan Sri Lanka memberikan peringatan bahwa pelaku yang bertanggung jawab atas serangan Minggu Paskah merencanakan serangan lanjutan.

Peringatan itu muncul dalam surat yang dikeluarkan Divisi Keamanan Kementerian (MSD) yang merupakan unit kepolisian kepada badan keamanan lain dan para politisi.

Baca juga: Polisi Sri Lanka Serbu Markas Besar Terduga Teroris Ledakan Bom

"Terdapat kemungkinan adanya gelombang serangan lain," ujar petinggi MSD dalam suratnya. Seperti diwartakan Reuters via Channel News Asia Senin (29/4/2019).

"Berdasarkan informasi relevan yang didapatkan, kami menekankan adanya orang yang menyamar jadi tentara dan mengendarai van bakal terlibat dalam serangan," demikian isi surat itu.

Dalam surat tersebut disampaikan militan menargetkan setidaknya lima lokasi dengan serangan bakal dilaksanakan pada Minggu atau Senin pekan ini.

Kota yang bakal menjadi target serangan adalah Batticaloa. Kota di pesisir timur Sri Lanka yang menjadi lokasi ledakan bom dengan 27 orang dikabarkan tewas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak ada serangan yang terjadi pada Minggu kemarin dengan pasukan dikerahkan ke seluruh penjuru Sri Lanka untuk menangkap terduga ekstremis sejak serangan 21 April lalu.

Otoritas mencurigai serangan yang menewaskan 253 orang, termasuk 40 warga asing, dilakukan oleh dua kelompok. Yakni National Thawheeth Jamaath (NJT) dan Jammiyathul Millathu Ibrahim.

Sejak serangan bom bunuh diri yang menyasar tiga gereja dan tiga hotel mewah itu, pemerintah Sri Lanka dilaporkan telah mencabut status jam malam.

Namun, di ibu kota Colombo polisi masih menggelar penggeledehan tubuh terhadap masyarakat secara acak, dan pencarian pelaku yang masih belum tertangkap.

Lebih lanjut, dua menteri kabinet Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe dan dua anggota parlemen dari opisisi membenarkan mereka telah mendapat surat tersebut.

"Kami telah mendapat informasi adanya rencana serangan lanjutan dari MSD," ujar Menteri Kesehatan Rajitha Senaratne yang merangkap juru bicara pemerintah itu.

Baca juga: Kepala Polisi Sri Lanka Ogah Mengundurkan Diri

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X