Kompas.com - 19/04/2019, 11:59 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Korea Utara dikabarkan telah menggelar uji coba peluncuran senjata dengan diawasi langsung oleh Kim Jong Un.

Kabar tersebut ternyata juga telah dikonfirmasi oleh Pentagon, yang menyebut uji coba peluncuran itu digelar pada Rabu (17/4/2019) lalu.

Konfirmasi tersebut pertama kali disampaikan Penjabat Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan kepada wartawan di Pentagon.

Kendati mengakui adanya uji coba peluncuran oleh Korea Utara, namun Shanahan tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Akan tetapi, Shanahan menegaskan bahwa uji coba peluncuran itu tidak melibatkan persenjataan balistik dan tidak sampai memicu reaksi dari operasi militer AS. Demikian diberitakan Fox News.

Baca juga: Kim Jong Un Awasi Uji Coba Senjata Terbaru dan Sangat Kuat Korut

Diberitakan sebelumnya, Korea Utara untuk kali pertama sejak pertemuan tingkat tinggi antara Kim Jong Un dengan Presiden AS Donald Trump di Hanoi, telah kembali melakukan uji coba persenjataan.

Dilansir media pemerintah Korea Utara, KCNA, uji coba yang dilakukan termasuk simulasi peluncuran dengan berbagai target berbeda.

Uji coba dilakukan dengan diawasi langsung oleh pemimpin tertinggi dan Kim Jong Un menyebut momen itu menjadi hal yang penting dalam peningkatan kemampuan tempur pasukan militer Korea Utara.

KCNA juga tidak memberikan detail tentang jenis senjata yang diluncurkan dalam uji coba tersebut. Hanya saja diterangkan bahwa senjata tersebut merupakan senjata kendali jarak jauh yang dapat diisi dengan "hulu ledak sangat kuat".

Setiap ada rudal maupun senjata yang diluncurkan Pyongyang, AS maupun Korea Selatan yang secara intens memantau Korut bisa langsung melacaknya. Namun baru AS yang memberikan komentar akan klaim Korut.

Sebelumnya, organisasi pengawasan, Pusat Studi Internasional dan Strategis (CSIS) telah menyatakan akan adanya aktivitas pada fasilitas nuklir dan peluncuran milik Korea Utara.

Berdasarkan hasil citraan satelit, aktivitas pengangkutan terdeteksi di pusat peluncuran roket di Sohae dan fasilitas pengayaan nuklir di Yongbyon.

Baca juga: Aktivitas Kembali Terdeteksi di Situs Nuklir Korea Utara, Yongbyon

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Fox News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.