Kompas.com - 18/04/2019, 14:33 WIB

ISE, KOMPAS.com - Kaisar Jepang Akihito melakukan ziarah terakhir ke kuil suci Shinto terbesar di negara itu, Kamis (18/4/2019), menjelang turun takhta pada akhir bulan ini.

Perjalanan Kaisar Akihito bersama Permaisuri Michiko ke Kuil Ise Jingu itu sebagai rangkaian upacara turun takhta, yakni menghadap para leluhur untuk mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan kaisar.

Kuil Ise Jingu di wilayah Prefektur Mie yang menjadi tujuan ziarah kaisar itu merupakan kuil Shinto paling suci yang dibangun untuk Dewi Matahari, Amaterasu Omikami, yang dipercaya sebagai leluhur dari kaisar dalam mitologi Jepang.

Kedatangan rombongan yang membawa kaisar berusia 85 tahun itu telah ditunggu dan disambut warga sekitar yang ingin melihat sekilas sosok kaisar sambil mengibarkan bendera nasional.

Baca juga: Jelang Turun Takhta, Kaisar Akihito dan Permaisuri Rayakan Ulang Tahun Pernikahan ke-60

"Saya sangat terharu. Saya senang bisa melihat mereka (kaisar dan permaisuri)," ujar salah seorang warga yang telah menunggu kedatangan kaisar di Kuil Ise.

Kaisar Akihito bersama Permaisuri Michiko melakukan perjalanan selama tiga hari, sejak Rabu (17/4/2019) untuk menjalani ritual menjelang turun takhta, hingga Jumat (19/4/2019).

Dalam perjalanan itu, Kaisar Akihito turut membawa serta dua pusaka kerajaan, yakni sebuah pedang legenda dan sebuah permata, yang ditempatkan dalam kotak berwarna hitam dan dibawa oleh pengawalnya.

Kedua benda tersebut merupakan bagian dari tiga harta sakral kerajaan Jepang, bersama dengan sebuah cermin kuno, yang diwariskan secara turun temurun kepada garis keturunan kaisar oleh Dewi Amaterasu.

"Pada Kamis (18/4/2019), Kaisar Akihito membawa dua harta sakral kerajaan bersamanya menuju kuil untuk digunakan sebagai bagian dari ritual melaporkan tentang turun takhta kepada leluhur," kata Badan Rumah Tangga Kekaisaran, dikutip AFP.

Kaisar Akihito akan resmi turun takhta pada 30 April mendatang, yang sekaligus menutup era Heisei, untuk dilanjutkan oleh Putra Mahkota Naruhito dan mengawali era Reiwa, mulai 1 Mei mendatang.

Baca juga: 30 Tahun Bertakhta, Kaisar Akihito Ingin Jepang Lebih Terbuka pada Dunia Luar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.