Kompas.com - 24/02/2019, 17:56 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Kaisar Akihito menginginkan agar Jepang sebagai negara di masa depan dapat lebih terbuka kepada dunia luar.

Pernyataan tersebut disampaikan Akihito yang memperingati 30 tahun masa pemerintahannya, Minggu (24/2/2019). Tahun ini juga menjadi tahun terakhir dia bertakhta sebelum lengser pada 30 April mendatang.

"Negara kita telah mengembangkan kebudayaannya sendiri sebagai sebuah negara kepulauan," ujar Akihito dalam perayaan yang digelar di Tokyo.

"Karena dunia telah semakin mengglobal, saya berpikir kita sekarang dituntut untuk lebih terbuka terhadap dunia luar, membangun posisi kita sendiri dengan bijaksana dan membangun hubungan dengan negara lain secara tulus," tambah kaisar.

Baca juga: Sampaikan Pidato Tahun Baru Terakhir Jelang Turun Takhta, Ini Harapan Kaisar Akihito

Pada kesempatan itu, Akihito juga mengungkapkan perasaannya yang mengaku kesulitan dalam mendefinisikan peranannya sebagai kaisar di era pasca-perang.

Dia mengharapkan kepada penggantinya, para kaisar di masa mendatang, agar berhati-hati memikirkan tentang status simbolik mereka.

"Sejak saya dinobatkan sebagai kaisar, saya telah menghabiskan waktu merenungkan bagaimana seharusnya saya sebagai simbol," ujar kaisar berusia 85 tahun itu, seperti dikutip AFP.

Akihito menggambarkan proses perenungan itu sebagai proses panjang yang tanpa akhir.

Status kaisar masih dianggap peka di Jepang, mengingat sejarah peperangan pada abad ke-20 yang dilancarkan atas nama pendahulunya, Hirohito, yang meninggal pada 1989.

Akihito telah dengan tekun menerima peran yang lebih modern sebagai simbol negara, yang diembannya setelah Perang Dunia II usai, berbeda dengan kaisar sebelumnya yang diperlakukan sebagai setengah-dewa.

Dia juga telah memperluas peranannya dengan secara aktif berkunjung ke seluruh Jepang, khususnya untuk bertemu dengan para korban bencana alam dan mengunjungi tempat-tempat yang terdampak PD II.

Baca juga: Kaisar Akihito Rayakan Ulang Tahun Terakhir sebelum Turun Takhta

Akihito telah menjadi kaisar pertama dalam dua abad terakhir yang mengundurkan diri dari jabatan kaisar. Masa pemerintahannya akan berakhir 30 April mendatang dan akan digantikan Putra Mahkota Naruhito sehari berselang.

Naruhito pun mengisyaratkan bakal meneruskan jejak sang ayah. Memperingati ulang tahunnya yang ke-59, Naruhito menjanjikan bakal mempertahankan hubungan dekat keluarga kerajaan dengan masyarakat dan memenuhi tugas sebagai simbol negara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.