Belum Peroleh Izin, Perilisan Film Biopik PM India Ditunda

Kompas.com - 05/04/2019, 15:42 WIB
Tangkapan layar cuplikan film biografi Perdana Menteri India, Narendra Modi.YOUTUBE / T-SERIES Tangkapan layar cuplikan film biografi Perdana Menteri India, Narendra Modi.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Perilisan film biopik Perdana Menteri Narendra Modi ditunda hingga waktu yang belum ditentukan, setelah gagal mendapatkan sertifikat sensor tepat waktu.

Film berjudul "PM Narendra Modi" yang mengisahkan tentang perjalanan hidup sang perdana menteri sejak masa kanak-kanak itu awalnya dijadwalkan untuk rilis di bioskop pada Jumat (5/4/2019).

Namun rencana perilisan film yang berdekatan dengan dimulainya masa pemungutan suara dalam pemilihan umum 2019, pada 11 April mendatang itu, sempat menuai kritik dari oposisi.

Partai Kongres Nasional India (INC) sebelumnya telah mengajukan petisi untuk menentang perilisan filim tersebut karena dianggap memuat propaganda yang akan mempengaruhi pemilih dalam pemilu.


Produser film Sandeep Singh mengumumkan melalui akun Twitter miliknya, pada Kamis (4/4/2019) malam, bahwa film "PM Narendra Modi" tidak akan rilis pada Jumat (5/4/2019), dan mengganti tanggal perilisan menjadi "segera".

Baca juga: Dirilis Jelang Pemungutan Suara, Film Biografi PM India Dikritik

Singh tidak menjelaskan alasan mengapa film tersebut mundur dari jadwal perilisan awal, tetapi dari Dewan Pusat Sertifikasi Perfilman India (CBFC) menyebut bahwa film "PM Narendra Modi" belum mendapat izin perilisan.

"Film itu belum disertifikasi karena prosesnya belum selesai pada saat ini," ujar Prasoon Joshi, ketua CBFC, kepada Press Trust of India.

Komisi Pemilihan India juga belum memberi keterangan apakah film biopik sang perdana menteri itu sengaja ditunda perilisannya karena pemilu.

Sementara para kritikus sepakat menyebut jika film itu sebagai upaya terang-terangan untuk mempengaruhi pemilih menjelang masa pemungutan suara yang akan berlangsung selama enam minggu mulai Kamis (11/4/2019) pekan depan.

Kongres mengatakan, perilisan film harus menunggu sampai masa pemungutan suara berakhir, pada 19 Mei.

"Ini bukan upaya artistik. Ini adalah upaya politik dan itulah yang kami sampaikan kepada Komisi Pemilihan untuk tidak diizinkan," ujar anggota senior Kongres dan mantan menteri Kapil Sibal, dikutip AFP pekan lalu.

Selain film layar lebar, kisah perjalanan hidup PM Narendra Modi sebenarnya juga ditampilkan ke dalam sebuah serial televisi internet.

Serial berjudul "Modi: A Common Man's Journey" itu tayang dalam 10 episode dan lima episode awal telah dirilis tanpa memicu kontroversi.

Baca juga: Mewahnya Perayaan Ardha Kumbh, Cara Narendra Modi Gaet Suara dari Allahabad

Sementara untuk lima episode terakhir akan dirilis melalui internet dalam waktu dekat. Poster-poster yang mempromosikan serial itu juga dapat ditemui di seluruh penjuru Mumbai.

Di bawah undang-undang pemilu yang berlaku di India, publikasi konten apa pun yang dianggap materi kampanye, termasuk iklan, film, bahkan media sosial, memerlukan persetujuan dari komisi pemilu.

Undang-undang lain menyebut tentang masa tenang pemilu melarang segala bentuk kampanye, bahkan yang disetujui oleh komisi, selama 48 jam menjelang dimulainya pemungutan suara.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Close Ads X