Dirilis Jelang Pemungutan Suara, Film Biografi PM India Dikritik

Kompas.com - 26/03/2019, 18:26 WIB
Tangkapan layar cuplikan film biografi Perdana Menteri India, Narendra Modi.YOUTUBE / T-SERIES Tangkapan layar cuplikan film biografi Perdana Menteri India, Narendra Modi.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Rencana perilisan film biopik yang mengisahkan kehidupan Perdana Menteri India Narendra Modi memicu kritikan dari oposisi.

Pasalnya, jadwal perilisan film yakni pada 5 April mendatang, berdekatan dengan masa pemungutan suara dalam pemilihan umum 2019, yang akan dimulai tepat enam hari kemudian hingga enam pekan ke depan.

Para pengkritik mengatakan film tersebut sebagai bentuk propaganda dan upaya merayu pemilih secara terang-terangan, sebelum mereka menuju tempat pemungutan suara.

Kongres mengatakan, perilisan film biopik perdana menteri yang juga kembali maju dalam pemilu dapat melanggar undang-undang pemilu dan menyarankan agar film tidak diputar di bioskop setidaknya hingga masa pemungutan suara berakhir pada 19 Mei.


Baca juga: Kisah PM India Tinggal 5 Hari Sendirian di Hutan Setiap Diwali

"Ini bukan upaya artistik. Ini adalah upaya politik dan itulah yang kami sampaikan kepada Komisi Pemilihan untuk tidak diizinkan," ujar anggota senior Kongres dan mantan menteri Kapil Sibal, dikutip AFP, Selasa (26/3/2019).

Film biopik berjudul "PM Narendra Modi" itu berkisah tentang perjalanan pemimpin sayap kanan Hindu dari masa kecilnya yang berjualan teh di stasiun kereta api, menjadi menteri utamana di negara bagian Gujarat, hingga memimpin Partai Bharatiya Janata (BJP) menuju kemenangan dalam pemilihan 2014.

Di bawah undang-undang pemilu yang berlaku di India, publikasi konten apa pun yang dianggap materi kampanye, termasuk iklan, film, bahkan media sosial, memerlukan persetujuan dari komisi pemilu.

Undang-undang lain menyebut tentang masa tenang pemilu melarang segala bentuk kampanye, bahkan yang disetujui oleh komisi, selama 48 jam menjelang dimulainya pemungutan suara.

Komisi Pemilu India mengatakan mereka telah meminta pihak pembuat film untuk menanggapi klaim Kongres. Sementara, pihak produser berkeras menyebut film tersebut adalah karya artistik yang tidak bermuatan politik.

Produsen film "PM Narendra Modi" telah merilis trailer film berdurasi dua menit pada pekan lalu. Film yang dibintangi aktor Bollywood Vivek Oberoi sebagai Narendra Modi itu mengklaim ceritanya berdasarkan kisah nyata.

Baca juga: PM India Langgar Protokol saat Sambut Kedatangan Putra Mahkota Saudi

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Lomba Balap Karung dan Tarik Tambang Meriahkan Perayaan HUT Ke-74 RI di Hamburg

Lomba Balap Karung dan Tarik Tambang Meriahkan Perayaan HUT Ke-74 RI di Hamburg

Internasional
Gibraltar Tolak Perintah AS Tahan Kapal Tanker Super Iran

Gibraltar Tolak Perintah AS Tahan Kapal Tanker Super Iran

Internasional
'Kebahagiaan di Pesta Pernikahan Saya Hilang karena Bom Bunuh Diri'

"Kebahagiaan di Pesta Pernikahan Saya Hilang karena Bom Bunuh Diri"

Internasional
Kim Jong Un Disebut Bisa Berbahaya Saat Musim Dingin

Kim Jong Un Disebut Bisa Berbahaya Saat Musim Dingin

Internasional
Sama-sama Berwarna Merah Putih, Ini Beda Bendera Indonesia dan Monako

Sama-sama Berwarna Merah Putih, Ini Beda Bendera Indonesia dan Monako

Internasional
Pesta Pernikahan di Afghanistan Diguncang Bom Bunuh Diri, 63 Orang Tewas

Pesta Pernikahan di Afghanistan Diguncang Bom Bunuh Diri, 63 Orang Tewas

Internasional
Pertama Kali, LED Burj Khalifa Tampilkan Bendera Indonesia dalam Peringatan 17 Agustus

Pertama Kali, LED Burj Khalifa Tampilkan Bendera Indonesia dalam Peringatan 17 Agustus

Internasional
Dangdut dan Balap Karung Warnai Peringatan 17 Agustus di Peru

Dangdut dan Balap Karung Warnai Peringatan 17 Agustus di Peru

Internasional
Polisi New York Tangkap Gelandangan yang Gegerkan Stasiun Kereta Bawah Tanah Pakai Rice Cooker

Polisi New York Tangkap Gelandangan yang Gegerkan Stasiun Kereta Bawah Tanah Pakai Rice Cooker

Internasional
Ketahuan Cuci Piring Pakai Air Kotor, 2 Restoran di China Ditutup

Ketahuan Cuci Piring Pakai Air Kotor, 2 Restoran di China Ditutup

Internasional
Kim Jong Un Sangat Puas dengan Uji Coba Rudal Keenam Korea Utara

Kim Jong Un Sangat Puas dengan Uji Coba Rudal Keenam Korea Utara

Internasional
Dianggap Sajikan Makanan Terlalu Lama, Seorang Pelayan di Perancis Ditembak Mati Pelanggan

Dianggap Sajikan Makanan Terlalu Lama, Seorang Pelayan di Perancis Ditembak Mati Pelanggan

Internasional
Houthi Klaim Serangan 'Drone' ke Fasilitas Gas Alam Saudi, Picu Kebakaran

Houthi Klaim Serangan "Drone" ke Fasilitas Gas Alam Saudi, Picu Kebakaran

Internasional
Otoritas India Pulihkan Jaringan Telepon di Sebagian Wilayah Kashmir

Otoritas India Pulihkan Jaringan Telepon di Sebagian Wilayah Kashmir

Internasional
Kebakaran Hotel di Ukraina Tewaskan 8 Orang, Dorong Inspeksi Tempat Hiburan

Kebakaran Hotel di Ukraina Tewaskan 8 Orang, Dorong Inspeksi Tempat Hiburan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X