AS: Rusia Bakal Membayarnya karena Sudah Membantu Rezim Maduro

Kompas.com - 30/03/2019, 13:45 WIB
Gambar yang dirilis oleh Kantor Pers Kepresidenan Venezuela menunjukkan Presiden Nicolas Maduro (baju putih) bersama Menteri Pertahanan Vladimir Padrino (paling kiri), dan petinggi militer lain menghadiri latihan perang di Fort Guaicaipuro di Negara Bagian Miranda pada Minggu (10/2/2019). AFP/HO/Venezuelan PresidencyGambar yang dirilis oleh Kantor Pers Kepresidenan Venezuela menunjukkan Presiden Nicolas Maduro (baju putih) bersama Menteri Pertahanan Vladimir Padrino (paling kiri), dan petinggi militer lain menghadiri latihan perang di Fort Guaicaipuro di Negara Bagian Miranda pada Minggu (10/2/2019).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Amerika Serikat ( AS) memperingatkan Rusia bakal menanggung konsekuensi karena sudah membantu rezim Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Utusan Khusus AS untuk Venezuela Elliot Abrams mengecam penempatan 100 tentara dan 35 ton peralatan militer Rusia di Venezuela pada pekan lalu.

Dilansir Newsweek Jumat (29/3/2019), penempatan pasukan itu terjadi di tengah upaya untuk menggulingkan Maduro, buntut krisis ekonomi yang terjadi.

Baca juga: Meksiko Bantah Tawarkan Suaka kepada Presiden Venezuela Maduro


Dalam wawancara dengan BBC, Abrams mengatakan, Washington mempunyai banyak opsi yang bisa mereka pergunakan untuk menghukum Rusia.

"Banyak yang bisa kami lakukan dalam hal ekonomi, dalam hal sanksi. Jadi, Rusia bakal membayarnya karena sudah membantu Maduro," kata Abrams.

Mantan Asisten Menteri Luar Negeri AS era Presiden Ronald Reagan itu berkata, salah besar jika mengira Rusia bisa seenaknya di Venezuela.

Abrams juga mencurigai Rusia membantu Venezuela dengan sistem pertahanan rudal S-300 yang bisa mencegat rudal hingga jet tempur musuh.

Sistem pertahanan era Uni Soviet itu dibeli Venezuela pada 2009 saat negara itu masih dipimpin pendahulu Maduro, mendiang Hugo Chavez.

Minggu pekan lalu (24/3/2019), citra satelit yang dipublikasikan ImageSat International (ISI) menunjukkan sistem rudal itu telah dipersiapkan.

Dalam penilaian yang dipublikasikan Senin (25/3/2019), ISI menyatakan mereka telah melakukan pemantauan selama Februari-Maret ini.

Kremlin tidak menjelaskan alasan sebenarnya mereka menempatkan tentara di Venezuela, dengan dugaan kedua negara sudah melakoni latihan gabungan di Karibia Desember lalu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Internasional
Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Internasional
Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer 'Secepatnya'

Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer "Secepatnya"

Internasional
Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Internasional
Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Internasional
Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Internasional
Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Internasional
WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

Internasional
Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Internasional
WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

Internasional
Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Internasional
Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Internasional
Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Internasional
Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Internasional
AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X