Venezuela Mati Lampu, Maduro Salahkan Sniper dan Minta Rakyat Berdoa

Kompas.com - 29/03/2019, 08:39 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro menghadiri upacara peringatan ulang tahun ke-81 Garda Nasional di Caracas, Sabtu (4/8/2018). AFP/JUAN BARRETOPresiden Venezuela Nicolas Maduro menghadiri upacara peringatan ulang tahun ke-81 Garda Nasional di Caracas, Sabtu (4/8/2018).

CARACAS, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyebut pemadaman listrik yang kembali terjadi merupakan serangan penembak runduk ( sniper).

Karena itu dalam wawancara via telepon sebagaimana dilaporkan The Guardian Kamis (28/3/2019), Maduro pun meminta rakyatnya untuk berdoa.

Baca juga: Rezim Maduro Larang Pemimpin Oposisi Venezuela Jadi Pejabat Publik Selama 15 Tahun

Presiden yang berkuasa sejak 2013 itu mengatakan, serangan ke fasilitas energi Venezuela dilakukan sniper dari kelompok tentara bayaran yang hendak menggulingkannya.

Dia menuduh serangan itu hanya bisa dilakukan oleh negara Amerika Utara yang disebutnya mempunyai kebencian, kebencian, dan pikiran sesat terhadapnya.

"Ini jelas-jelas adalah sebuah perang. Sejak mereka tahu mereka tidak bisa menginvasi negara ini, yang bisa mereka lakukan hanya merusak, merusak, dan merusak," paparnya.

Namun paa pakar menjelaskan mati lampu yang kembali terjadi pada pekan ini merupakan imbas dari korupsi, mismanajemen, dan tidak adanya investasi cukup dari rezim Maduro.

Pengganti mendiang Hugo Chavez itu lalu menuding para sniper itu dikerahkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin oposisi Juan Guaido.

"Ini adalah bombardir yang dilakukan musuh. Anda bisa meyakini Donald Trump terlibat dalam hal ini. Dia terobsesi dengan Venezuela," kecamnya.

Dalam wawancara telepon yang tidak bisa disaksikan sebagian besar rakyat Venezuela bertujuan menunjukkan bahwa dia bisa menangani situasi yang terjadi.

Maduro menyebut dia bukanlah pengecut dan lemah. Dia menyatakan tidak akan mundur dari posisinya, dan mengaku tidak tidur sejak mati lampu terjadi.

Meski begitu, dia mengakui kerusakan cukup parah terjadi di pembangkit listrik nasional, dan meminta seluruh rakyat untuk bersatu dan berdoa.

Pakar energi Jose Aguilar langsung menyanggah klaim Maduro tersebut dengan memperingatkan pemadaman listrik bakal sering terjadi.

"Kondisi ini bakal terus terjadi. Karena saya rasa akan lebih banyak gardu yang terbakar," ujar Aguilar yang menambahkan, beban bakal semakin bertambah sembari perbaikan dilancarkan.

Baca juga: Venezuela Mati Lampu, Maduro Salahkan Teroris



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X