Rezim Maduro Larang Pemimpin Oposisi Venezuela Jadi Pejabat Publik Selama 15 Tahun

Kompas.com - 29/03/2019, 07:14 WIB
Foto yang diambil pada 8 Maret 2019, memperlihatkan pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, bersama kepala staf Roberto Marrero (kiri). AFP / FEDERICO PARRAFoto yang diambil pada 8 Maret 2019, memperlihatkan pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, bersama kepala staf Roberto Marrero (kiri).

CARACAS, KOMPAS.com - Pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro menggunakan segala cara untuk mengenyahkan pemimpin oposisi Juan Guaido dari kekuasaan.

Terbaru, pemerintah melalui kantor auditor jenderal mengumumkan Ketua Dewan Nasional itu dilarang memangku jabatan publik selama 15 tahun.

"Kami memutuskan menghukum warga ini dari seluruh jabatan publik berdasarkan hukuman tertinggi," kata Auditor Jenderal Elvis Amoroso dilansir AFP Kamis (28/3/2019).

Baca juga: Kremlin: AS Tak Perlu Cemaskan Hubungan Rusia dengan Venezuela

Sky News memberitakan, Amoroso menyebut ketidakberesan keuangan sebagai alasan utama Caracas menghukum politisi berusia 35 tahun itu.

Guaido menanggapi dengan menyatakan Amoroso bukanlah auditor jenderal karena Dewan Nasional merupakan lembaga satu-satunya yang berhak memutuskan jabatan itu.

Selain itu, dia menegaskan larangan itu tidak akan membuat kampanyenya dalam menggulingkan Maduro tersendat. "Kami akan melanjutkan turun ke jalan," terangnya.

Hukuman itu juga disorot Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat ( AS) melalui juru bicara Robert Palladino yang menyebutnya "konyol".

Manuver dari Caracas utu menjadi babak baru dalam perseteruan Maduro dan Guaido memperebutkan kursi orang nomor satu di negara berpenduduk 30 juta itu.

Perseteruan itu meningkat menjadi kompetisi antar dua kutub kekuatan besar. AS dan sekutunya mendukung Guaido. Sementara Rusia serta China memihak Maduro.

Maduro, yang popularitasnya semakin merosot karena krisis ekonomi berkepanjangan, masih terus berkuasa berkat loyalitas militer Venezuela.

Halaman:


Sumber Sky News,AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X