Kompas.com - 28/03/2019, 20:29 WIB

CARACAS, KOMPAS.com - Pejabat Rusia menyebut pasukan militer negaranya akan tetap berada di Venezuela selama dibutuhkan untuk mendukung pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Pernyataan yang disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova itu sekaligus menjawab desakan Presiden AS Donald Trump yang menyerukan agar Moskwa segera keluar dari negara yang dilanda krisis itu.

Sekitar 100 personel militer Rusia telah tiba di Venezuela pada akhir pekan lalu, menggunakan dua pesawat yang mendarat di bandara utama di luar Caracas, pada Sabtu (23/3/2019).

Selain personel khusus, pesawat kargo itu juga membawa berton-ton peralatan.

Baca juga: Rusia di Venezuela Tidak Mengancam Siapa Pun

"Mereka (personel militer Rusia) terlibat dalam implementasi perjanjian kerja sama di budang militer dan teknis. Mereka akan tetap di negara itu selama diperlukan," kata Maria Zakharova, dikutip AFP.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa kehadiran pasukannya di Venezuela tidak akan menjadi ancaman bagi siapa pun.

Zakharova menambahkan bahwa Rusia tidak ingin mengubah keseimbangan kekuasaan di Venezuela.

"Rusia tidak ingin mengubah keseimbangan kekuasaan di kawasan itu dan tidak mengancam siapa pun. Tidak seperti warga Washington yang baru saja saya kutip," kata dia kepada wartawan.

Zakharova merujuk pada Trump dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang ingin mengakhiri kekuasaan Maduro dan mendukung presiden sementara versi oposisi Venezuela, Juan Guaido.

"Baik Rusia maupun Venezuela tidak ada satu pun yang merupakan bagian dari Amerika Serikat," kata Zakharova.

Baca juga: Trump: Rusia Harus Keluar dari Venezuela!

Sebelumnya, Atase Militer Venezuela di Moskwa, Jose Rafael Torrealba Perez mengatakan bahwa pasukan Rusia berada di Venezuela berdasar perjanjian kerja sama militer dan teknis, serta tidak untuk melakukan operasi militer.

"Mengenai kehadiran spesialis Rusia (di Venezuela), kita bicara tentang kerja sama militer dan teknis," kata Torrealba Perez, dikutip kantor berita RIA Novosti.

"Kami sama sekali tidak berbicara tentang kehadiran militer Rusia untuk operasi militer," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.