Pejabat AS: Militer Rusia di Venezuela Termasuk Personel Keamanan Siber

Kompas.com - 27/03/2019, 14:28 WIB
Gambar dari media sosial menunjukkan pesawat Rusia Ilyushin Il-62 yang dilaporkan mengangkut pasukan Rusia mendarat di Caracas, Venezuela, pada Sabtu (23/3/2019). Courtesy via TwitterGambar dari media sosial menunjukkan pesawat Rusia Ilyushin Il-62 yang dilaporkan mengangkut pasukan Rusia mendarat di Caracas, Venezuela, pada Sabtu (23/3/2019).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Rusia telah mengirimkan sekitar 100 personel militernya ke Venezuela pada Sabtu (23/3/2019). Di antara kontingen militer itu, dikatakan termasuk personil keamanan siber.

Informasi tersebut disampaikan sumber seorang pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim kepada Reuters, Selasa (26/3/2019). Dikatakan pejabat itu, pasukan militer tersebut terdiri dari pasukan khusus, termasuk personel keamanan siber.

Dilansir Sputnik, sekitar 100 tentara Rusia tiba di Venezuela menggunakan dua pesawat, Antonov-124 dan Ilyushin Il-62, mendarat di Bandara Maiquetia.

Menurut pejabat itu mengatakan, AS masih melakukan penilaian terhadap pengiriman militer oleh Rusia ke Venezuela, yang disebut Washington sebagai tindakan gegabah.

Baca juga: Ada Kabar Tentara Rusia Masuk Venezuela, Ini Peringatan AS

Penilaian AS bahwa kontingen militer Rusia yang termasuk personel khusus keamanan siber dan personel di "bidang terkait" menunjukkan bagian dari misi mereka dapat membantu loyalis Maduro dalam pengawasan dan perlindungan infrastruktur siber pemerintah.

Kementerian luar negeri Rusia mengatakan bahwa kehadiran personel khusus di Venezuela telah diatur dalam perjanjian kerja sama militer-teknis antara kedua negara, tetapi tidak memberi rincian lebih lanjut.

Menanggapi pengiriman militer Rusia ke Venezuela itu, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo telah menghubungi Menlu Rusia Sergey Lavrov dan memberi peringatan.

Dilaporkan CNN dan Radio Free Europe, Senin (25/3/2019), dalam sambungan telepon Pompeo berkata kepada Lavrov agar Rusia menghentikan "perilaku tidak konstruktif" itu.

"Amerika jelas tidak akan berpangku tangan ketika Rusia memperburuk ketegangan di Venezuela," kata juru bicara Menlu AS, Robert Palladino.

Dia menjelaskan, dukungan terus-menerus Rusia kepada Presiden Nicolas Maduro bakal menambah penderitaan rakyat Venezuela yang mendukung oposisi Juan Guaido.

Sementara Rusia menanggapi dengan mengatakan bahwa pengiriman pasukan tersebut didasarkan pada kesepakatan yang telah ditandatangani pada Mei 2001.

"Keberadaan tim ahli Rusia di Venezuela sesuai kesepakatan antar-pemerintah dua negara di bidang militer dan teknis yang diteken pada Mei 2001," kata juru bicara Kemenlu Rusia Maria Zakharova.

Baca juga: Rusia: Pengiriman Pasukan ke Venezuela Kesepakatan sejak 2001



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X