Kompas.com - 27/03/2019, 08:22 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia menanggapi kabar keberadaan pasukannya di Venezuela yang membuat gerah sejumlah negara Amerika Latin, termasuk Amerika Serikat (AS).

AS melalui Menteri Luar Negeri Mike Pompeo langsung berhubungan dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov setelah dua pesawat militer Rusia mendarat pekan lalu.

Baca juga: Rusia Disebut Kirimkan 100 Tentara dan Logistik ke Venezuela

Pesawat Antonov-124 dan pesawat Ilyushin Il-62 mendarat di Bandara Simon Bolivar pada Sabtu (25/3/2019), dan menurunkan 35 ton peralatan militer.

Kedua pesawat itu menurunkan sekitar 100 pasukan di bawah pimpinan Jenderal Vasily Tonkoshkurov, Kepala Direktorat Mobilisasi Pasukan Rusia.

Lavrov menuduh AS berupaya merencanakan kudeta. Sementara Pompeo membalas dengan peringatan Washington tak akan "berpangku tangan" dan membiarkan Rusia seenaknya.

Juru bicara Kemenlu Rusia Maria Zakharova melalui keterangan yang dirilis AFP Selasa (26/3/2019) menyayangkan retorika agresif dari AS.

Zakharova menjelaskan Rusia mengembangkan kerja sama dengan Venezuela sesuai dengan hukum negara tersebut, dan menghormati norma-norma di sana.

"Keberadaan tim ahli Rusia di Venezuela sesuai kesepakatan antar-pemerintah dua negara di bidang militer dan teknis yang diteken pada Mei 2001," tegasnya.

Venezuela merupakan salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar dunia. Namun, negara Amerika Latin itu tengah dihantam krisis.

krisis ekonomi yang membuat hiperinflasi merajalela pun menciptakan kelangkaan sejumlah kebutuhan pokok harian. Mulai dari makanan hingga obat-obatan.

AS dan sekutunya menyatakan dukungan terhadap Juan Guaido. Pemimpin oposisi yang mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Januari lalu.

Deklarasi itu dilakukan untuk menjungkalkan Presiden Nicolas Maduro yang masih menerima dukungan baik dari Rusia maupun China.

""Moskwa akan terus melanjutkan kerja sama yang konstruktif dan saling menguntungkan dengan Venezuela," tukas Zakharova.

Baca juga: Ada Kabar Tentara Rusia Masuk Venezuela, Ini Peringatan AS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.